JOGJA - Pelaksanaan distribusi logistik Pemilu 2024 masih dalam proses, KPU se-DIY telah memulainya sejak 10 Februari lalu.
KPU Kabupaten Gunungkidul menjadi KPU Kabupaten/Kota pertama yang meluncurkan distribusi logistik, dengan pertimbangan kondisi geografis dan cuaca.
Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi mengatakan, tahapan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses Pemilu 2024.
Sehingga, dalam peluncurannya juga dilaksanakan dengan dukungan dari para pemangku kepentingan, untuk pengamanan distribusi logistik selama proses distribusi.
"Paling pertama peluncuran distribusi adalah Gunungkidul, pada 10 Februari ke tujuh kecamatan yaitu Playen, Ngawen, Saptosari, Paliyan, Girisubo, Tepus, Rongkop," katanya Senin (12/2).
Shidqi menjelaskan kemudian 11 Februari ke 7 kecamatan lanjutan meliputi Playen, Wonosari, Gedangsari, Tanjungsari, Nglipar, Karangmojo, Ponjong.
Disusul 12 Februari ke Wonosari, Purwosari, Panggang, Patuk, Semin, Semanu.
Dilanjutkan, Senin 12 Februari peluncuran logistik pemilu oleh Kabupaten Kulon Progo.
Diawali di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, Nanggulan, dan Pengasih.
Selain Gunungkidul dan Kulon Progo, peluncuran logistik 12 Februari juga dilakukan oleh KPU Kabupaten Bantul dan Sleman.
Distibusi ini masih dalam proses KPU kabupaten/kota, ditargetkan selesai sampai 13 Februari.
Di mana, Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Sleman dan Kota Jogja bakal melakukan distribusi logistik hari terakhir.
Adapun, progres distribusi logistik per tanggal 11 Februari 2024, dari jumlah lima kabupaten/kota, 78 PPK, 438 PPS, dan 11.932 TPS, rincian distribusi logistik dari KPU Kabupaten/Kota ke PPK per tanggal 11 Februari 2024 sudah terdistribusi ke 28
PPK atau 35,90 persen.
"Kemudian distribusi logistik dari PPK ke PPS per tanggal 11 Februari 2024 adalah 191 PPS atau 43,61 persen. Serta distribusi logistik dari PPS ke TPS per tanggal 11 Februari 2024 adalah 0 TPS atau 0,00 persen," bebernya.
KPU DIY beserta kabupaten/kota di wilayah DIY tanpa terkecuali, telah berupaya maksimal untuk menjadikan penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar, aman, dan damai, tanpa
ada kendala apapun di wilayah DIY.
Kurang dari 48 jam, rakyat Indonesia akan bersama-sama menentukan arah masa depan Negara Indonesia.
Dengan cara datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari 2024.
"Puncak tahapan Pemilu tahun 2024 di hari pemungutan suara, merupakan titik tujuan seluruh persiapan penyelenggaraan yang telah dilakukan oleh KPU, mulai dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, selama ratusan hari," jelasnya.
Shidqi menjelaskan seluruh persiapan yang telah dilakukan sejak tahun 2022 merupakan upaya dan usaha yang terwujud dalam kinerja terbaik untuk dapat melangsungkan Pemilu 2024 yang sukses dan berkualitas.
Seluruh persiapan dimulai dari perencanaan anggaran, penetapan peserta pemilu tahun 2024, pembentukan badan adhoc, pemutakhiran data pemilih, pengadaan logistik telah dilaksanakan
sesuai dengan tahapan, prosedur, serta ketentuan yang berlaku.
"Seluruh tahapan yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2024, telah kami laksanakan dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu," terangnya.
Hal tersebut sebagai wujud dari komitmen KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota se-DIY untuk menjadikan Pemilu tahun 2024 sebagai pemilu yang berintegritas, jujur, adil, bersih, dan tanpa pelanggaran.
Baca Juga: Ini Resep Mi Gacoan Lezat dan Mudah Dibuat di Rumah, Yuk Simak...
Di hitungan jam menjelang Pemilu 2024 ini, beberapa kegiatan telah berhasil dilewati.
Dimulai dari pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pelaksanaan bimbingan teknis bagi anggota KPPS, pelaksanaan kegiatan Simulasi Pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Aplikasi SIREKAP, kegiatan setting, sortir, lipat, dan pengemasan seluruh logistik Pemilu tahun 2024, ujicoba aplikasi SIREKAP secara nasional, serta peluncuran distribusi logistik.
KPPS Pemilu Tahun 2024 telah dilantik pada tanggal 25 Januari 2024, dilanjutkan dengan pelaksanaan bimbingan teknis bagi anggota KPPS, dengan periode pelaksanaan bimbingan teknis mulai tanggal 26-29 Januari 2024.
Seluruh KPPS di wilayah DIY mendapatkan bimbingan teknis dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) wilayah kerjanya.
Berkaitan dengan aplikasi SIREKAP yang akan digunakan pada Pemilu tahun 2024,
telah diinstall dan dilakukan ujicoba oleh KPPS di wilayah DIY.
Khusus untuk aplikasi SIREKAP, aplikasi ini terancang untuk digunakan dalam versi web dan versi gawai atau mobile.
"Untuk versi web ada di tingkat KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan PPK, atau dalam konteks wilayah DIY, terdapat di KPU DIY, KPU Kabupaten/Kota se-DIY, dan PPK se-DIY. Sedangkan untuk versi gawai atau mobile, terdapat di tingkat PPK dan KPPS di seluruh TPS," tambahnya.
Menurutnya, aplikasi SIREKAP ini telah diujicobakan oleh KPU pusat, dalam rangka mengetahui tingkat keberhasilan dan kendala yang dialami.
Pelaksanaan ujicoba SIREKAP secara nasional diadakan pada tanggal 1 dan 11 Februari 2024.
Pun menjelang hari pemungutan suara, ada tahapan masa tenang yang berlangsung dari 11 hingga 13 Februari 2024.
Sebagai persiapan untuk memasuki masa tenang, dimana tidak boleh ada lagi kegiatan kampanye, KPU DIY telah berupaya berkoordinasi dengan peserta pemilu untuk pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK). (wia)
Editor : Amin Surachmad