Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Beras Masih Tinggi, Tingginya Permintaan untuk Bansos Jadi Salah Satu Faktor, Prediksi Harga Stabil Akhir Maret

Anom Bagaskoro • Senin, 12 Februari 2024 | 22:39 WIB
MELIMPAH: Tri Widiastuti saat melayani pembeli, Sutijah, di Pasar Wates.
MELIMPAH: Tri Widiastuti saat melayani pembeli, Sutijah, di Pasar Wates.

JOGJA - Harga bahan pokok pangan beras masih tergolong tinggi melebihi harga eceran tertinggi (HET). Yakni, berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 17 ribu untuk jenis medium dan premium.

Salah satu faktornya, karena puncak musim panen yang baru akan terjadi akhir Maret mendatang. Disusul tingginya permintaan dengan adanya bantuan sosial (bansos).

Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan harga beras tinggi disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya, puncak musim panen belum terjadi. Prediksinya akan terjadi akhir Maret mendatang.

"Saat ini memang sudah ada yang panen di beberapa lokasi tetapi belum memasuki puncak musim panen, yang diprediksi baru akan terjadi di akhir Maret sampai April. Kemudian tingginya permintaan salah satunya bansos (bantuan sosial)," katanya kepada Radar Jogja Senin (12/2).

Syam menjelaskan update harga beras premium dan medium saat ini di kalangan distributor untuk jenis IR 64 di harga Rp 14.100, C4 raja Rp 14.200, Delanggu Rp 15.100,dan mentik wangi Rp 16.100 per kilogram.

Instansi ini berupaya melakukan pemantauan ketersediaan dan stok beras di distributor, pasar-pasar tradisional maupun ritel untuk memastikan beras tersedia.

"Stok cadangan pemerintah juga masih belum terpenuhi targetnya, sehingga pemerintah berencana Januari sampai dengan Maret akan impor 3 juta ton," ujarnya.

Menurutnya, harga beras akan stabil diprediksi pada saat terjadi panen raya. Saat itu juga diharapkan, Bulog bisa membeli produksi petani untuk cadangan pangan pemerintah.

Sehingga, pada saat harga beras tinggi beras SPHP bisa maksimal dilaksanakan.

"Di pasar ritel ada pembatasan pembelian dua karung supaya tidak terjadi panic buying dan pemerataan konsumen," jelasnya.

Adapun, upaya pasar murah baru akan dilaksanakan pada 20 Februari sebanyak 7 ton berbagai komoditi di halaman Disperindag DIY.

Sedangkan, harga beras medium dan premium di kalangan pedagang saat ini tembus diangka Rp 17.500 untuk jenis mentik wangi, C4 raja Rp 15.600, Delanggu Rp 15.500, dan Ladory Rp 16.500 per kilonya.

Seorang pedagang sembako grosir di Kota Jogja Desi mengatakan, kenaikan harga beras ini terjadi sejak 3 minggu terakhir. Setiap hari merasakan kenaikan yang sedikit demi sedikit.

"Beda jauh dari harga normal. Naiknya setiap hari itu naik terus," katanya.

Dengan kenaikan tersebut, dampak yang dirasakan sangat besar. Terlebih, yang juga sebagai pedagang makanan.

Harga sembako serba mahal, otomatis pelanggan belanjanya juga turut dikurangi.

Diharapkan, pemerintah segera mengatasi kenaikan harga komoditas pokok ini yang turut berimplikasi pula ke faktor penjualan kuliner nasi padangnya.

"Kadang-kadang nombok, jangankan untung malah nombok," tandasnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#harga eceran tertinggi #bansos #bahan pokok #panic buying