JOGJA - Libur panjang Isra' Miraj dan cuti bersama Tahun Baru Imlek, berpotensi terjadi timbulan sampah di depo-depo terutama Kota Jogja. Tak ada penambahan, kuota pembuangan ke TPST Piyungan masih tetap sama.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY rutin melakukan evaluasi 3 harian, sebagai upaya melakukan langkah penanganan.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, kebijakan penambahan kuota pembuangan sampah tak akan dilakukan.
Kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan masih tetap sama yakni 270 ton per hari untuk Sleman, Kota dan Bantul.
"Ya, harapan kami mudah-mudahan tidak ada penambahan yang signifikan long weekend empat hari Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu," katanya Rabu (7/2).
Kusno menjelaskan, penanganan dari hulu penting dilakukan agar sampah tak menumpuk di depo-depo.
Maka, nanti dibutuhkan kerjasama dengan teman-teman di kabupaten kota terkait bagaimana pengendalian sampah di daerah masing-masing.
Terlebih, persiapan desentralisasi mandiri juga perlahan dilakukan Sleman, Bantul, dan masih menyisakan PR di Kota Jogja.
Praktis, kebijakan khusus akan dilakukan untuk mensikapi penumpukan sampah di depo-depo jika terjadi. Dengan catatan perlu pengajuan terlebih dahulu, dan evaluasi dari DLHK DIY.
"Nanti langsung evaluasi, kami rutin evaluasi terkait dengan pengangkutan sampah teman-teman kabupaten kota yang masuk ke TPA Piyungan," ujarnya.
Evakuasi khusus tersebut diluar kuota harian ke TPST Piyungan. Namun demikian, langkah yang dilakukan itu diyakini belum bisa tercover semua di depo-depo Kota Jogja, khususnya yang secara kasat mata terjadi penumpukan.
Sejauh ini pengajuan pengangkutan khusus itu baru Kota Jogja, dan 3-5 armada truk pengangkut sampah yang baru dikerahkan.
Satu truknya mengangkut sekitar 5-6 ton volume sampah. Ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penumpukan di berbagai depo-depo sampah pada kondisi tertentu.
"Namun demikian karena jumlahnya (sampah) juga banyak yang di kota ini, kami yang memungkinkan untuk kami tampung di TPA Piyungan," jelasnya.
Artinya, evakuasi khusus ini tetap sesuai pertimbangan dan tidak semua sampah bisa dievakuasi masuk ke TPST Piyungan.
Sebab, mengingat kapasitas yang ada di TPST Piyungan juga terbatas.
"Nanti teman-teman di kota misal ada upaya-upaya untuk memaksimalkan di depo-depo atau gimana nanti, itu ya kita bisanya baru ada evakuasi khusus itu," terangnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad