JOGJA - Selain mahasiswa, salah satu demografi yang juga tercatat sebagai pemilih baru atau pertama dalam gelaran Pemilu 2024 kali ini adalah para siswa sekolah jenjang SMA/SMK.
Banyak dari mereka yang juga antusias untuk memanfaatkan hak pilih pertamanya di gelaran pemilu yang tinggal menghitung hari atau pada 14 Februari mendatang.
Salah satu di antaranya adalah siswa dari SMAN 6 Jogja Adam Jovan.
Adam mengungkapkan, sudah memiliki preferensi pribadi terkait pilihan calon presiden dalam kontestasi lima tahun sekali tersebut.
"Sudah ada pilihan sih, gak sabar juga pengin ikut coblosan untuk pertama kali," katanya, Minggu (4/2).
Ia menyampaikan, secara umum mencari informasi terkait visi misi tiga calon presiden hingga cukup aktif menyimak sesi debat yang diinisiasi oleh KPU. Ini menarik baginya secara personal.
"Menarik dan suka sih nonton debat capres itu, pernah juga baca-baca sekilas visi misinya," sambungnya.
Lebih lanjut, menyoal kampanye partai politik yang banyak dilakukan di media sosial dan banyak menyasar generasinya, ia mengaku banyak mendapat insight baru.
Terutama, berbagai nama-nama politikus dari tim pemenangan masing-masing pihak.
"Kebetulan menang cukup tertarik soal isu politik, jadi sekalian belajar sih, paling nggak tau nama-nama tokoh politiknya dulu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Muallimat Unik Rasyidah mengungkapkan, antusiasme untuk turut berpartisipasi di pemilu dari para siswanya juga terbilang tinggi.
Hal tersebut salah satunya tercermin dari para siswa yang mengurus pindah memilih saat pemilu.
Ia menuturkan, siswa Muallimat secara demografi memang didominasi siswa dari luar DIY.
Khusus gelaran pemilu mendatang sudah ada lebih dari 30 siswa yang mengurus pindah memilih dengan bantuan pihak sekolah.
"Dari data sekitar tiga puluhan siswa yang pindah memilih di sini, tapi banyak juga yang nanti pulang dan memilih di daerahnya masing-masing," tuturnya.
Dalam prosesnya, Unik memaparkan, Muallimat juga sempat melakukan sosialisasi secara berkala bagi para siswanya terkait kontestasi pemilu hingga skema teknis pindah memilih.
"Kami sudah sosialisasikan ke siswa dengan melibatkan pihak KPU hingga KPPS, harapannya siswa yang sudah punya hak pilih tentu bisa memanfaatkan itu dengan baik," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad