SLEMAN - Presiden Joko Widodo menceritakan upayanya dalam melobi Sri Sultan Hamengku Buwono X dan juga Presiden Uni Emirat Arab Syekh Mohammed bin Zayed al-Nahyan dalam proses pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Harlah Ke-101 NU yang berlangsung di UNU Yogyakarta Rabu (31/1).
Selepas disepakati agar UNU Yogyakarta menjadi lokomotif pendidikan tinggi NU, Jokowi menemui Sultan Hamengku Buwono X.
Baca Juga: Waduh, Gak Bahaya Ta, PSIM Jogja tanpa Tiga Pilar di Laga Pamungkas Grup X Babak 12 Besar
Pada kesempatan tersebut, dia meminta lahan untuk dibangun kampus UNU Yogyakarta yang telah dicita-citakan itu.
"Agustus 2020 kita mulai melangkah. Saat saya ke Jogja peresmian airport baru, saya sampaikan ke Ngarso Dalem, apakah memungkinkan UNU Yogyakarta diparingi lahan di jalur Ring Road," katanya, Rabu (31/1).
Saat itu, kata Jokowi, Ngarso Dalem merespons baik permintaannya. Ada ketersediaan lahan di Jalur Ring Road Yogyakarta, namun kecil hanya berukuran sekitar satu hektare saja.
"Ngarso Dalem, satu hektare gak papa. Ini memulai dulu kok, nanti diparingi lain," ujarnya merespons Hamengku Buwono X.
Setelah kepastian lahan tersebut diperoleh, akhirnya Jokowi segera menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Tjahjanto untuk menyiapkan anggaran pembangunan gedung UNU Yogyakarta.
"Karena memang lahannya terbatas, maka pembangunannya ke atas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga menegaskan, jumlah lantai gedung UNU Yogyakarta ini harus sembilan.
"Kita tentukan harus sembilan lantai. Kita tahu semuanya NU itu sembilan bintang, NU itu Walisongo. Cocok semuanya, kita bangun," serunya.
Selain melobi Ngarso Dalem, Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden UEA Syekh Mohammed bin Zayed al Nahyan.
Ia menuturkan pada Syekh Al Nahyan, Indonesia menginginkan kampus yang fokus pada pengembangan artificial intelligence, sebagaimana juga yang dimiliki oleh UEA.
Baca Juga: Usai Kejaksaan, Polisi Juga Telusuri Dugaan Pidana dalam Kasus Snack Sripah Pelantikan KPPS Sleman
"Apakah memungkinkan untuk bisa dihubungkan Universitas MBZ di Uni Emirat Arab dengan yang di Indonesia?" lontarnya.
Syekh Al Nahyan pun sangat menyambut baik rencana tersebut. Ia langsung bersedia membantu pembangunan kampus yang diinginkan Presiden Jokowi tersebut.
"Saya pikir hanya dibantu masalah perkuliahan saja. Tapi, ternyata juga dibantu segedung-gedungnya," ujarnya.
Selanjutnya, ia memaparkan, salah satu hal yang lebih penting dari gedung adalah bantuan beasiswa dan dosen untuk riset di bidang strategis.
Yaitu, masyarakat masa depan dan juga bioteknologi serta artificial intelligence. Ilmu tersebut dikatakannya penting harus segera direalisasikan.
"Universitas besar belum tentu memiliki studi baru ini. Namun, UNU Yogyakarta yang dimiliki PBNU telah melakukan terobosan besar, lompatan jauh ke depan dan memiliki studi mengenai ini," tandasnya. (iza)