Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta Berikan Manfaat Positif Bagi Terapis dan Masyarakat Penderita Stroke di DIY

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 1 Februari 2024 | 03:17 WIB
Foto : Pasien penderita stroke sedang melakukan proses terapi yang dilakukan oleh terapis dari Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta di Ndalem Yudhonegaran, Kota Jogja, Rabu (31/01/2024).
Foto : Pasien penderita stroke sedang melakukan proses terapi yang dilakukan oleh terapis dari Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta di Ndalem Yudhonegaran, Kota Jogja, Rabu (31/01/2024).


Jogja - Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta dengan sukarela memberikan ilmu kepada seluruh terapis dan membantu menangani masyarakat penderita stroke di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) secara gratis. Kegiatan tersebut tidak dipungut biaya, harapan mereka hanyalah ingin para terapis dari golongan ekonomi kurang mampu yang ingin belajar pijat dan terapi bisa terwujud. Dengan itu, mereka akan bisa mempunyai pasien sendiri sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Asosiasi Sumberdaya Terapis Yogyakarta melakukan pembekalan pelatihan kepada terapis berkaitan dengan ilmu penanganan cepat penderita Stroke. Setelah pembekalan lalu  diadakan bakti sosial untuk penyintas stroke dan saraf kejepit dari seluruh DIJ.

Baca Juga: Usai Kejaksaan, Polisi Juga Telusuri Dugaan Pidana dalam Kasus Snack Sripah Pelantikan KPPS Sleman

"Metode cepat penanganan stroke tersebut diberikan kepada terapis di seluruh DIJ agar mereka mampu menangani pasien penderita stroke dengan benar," ujar Founder Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta, IB Haryanto Kepada Radar Jogja, Rabu (31/01/2024).

"Temen-temen terapis yang sudah terbekali ilmu mereka langsung praktik," imbuhnya.

Asosiasi Sumberdaya Terapis Yogyakarta menggelar bakti sosial tersebut rutin seminggu sekali pada hari Rabu. Pendhopo Ndalem Yudhonegaran, Kota Jogja menjadi tempat yang digunakan asosiasi tersebut dalam menjalankan agendanya dari pukul 13.00-16.30 WIB.

Baca Juga: Satu Pemain PSS Sleman Belum Bisa Tanding Gara-Gara Ditangani Dokter Gadungan

"Bahkan kadang para terapis dipanggil kerumah pasien untuk melakukan terapi home care daripada menunggu hari Rabu yang masih lama," jelasnya.

Setiap minggunya, acara tersebut dihadiri oleh ratusan pasien penderita stroke. Mereka rela datang untuk mengikuti agenda terapi gratis tersebut.

"Kita batasi pasien maksimal 100 orang, karena waktu yang terbatas. Sementara satu terapis biasanya hanya mampu menangani dua pasien," tandasnya.

Baca Juga: Buron Selama 2 Tahun Sebagai Dokter Gadungan PSS Sleman, Elwizan Berjualan Pampers Bayi di Tangerang

Cara mendaftarnya mudah yaitu tinggal datang ke lokasi dan mendaftarkan diri secara langsung. Pasien yang mendaftar dikhususkan bagi penderita stroke dan saraf kejepit.

Selain untuk bakti sosial, giat tersebut bertujuan untuk mendata penderita stroke yang ada di DIJ. Data tersebut kemudian digunakan untuk mensosialisasikan program pencegahan stroke.

"Sebenarnya Jogja termasuk wilayah dengan peringkat nomor dua terbesar se Indonesia," bebernya.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Chatting yang Membuat Pria Ilfil, Hindari Kesalahan Ini..!!

Tahapan terapi yang dilakukan adalah menentukan bagian tubuh penderita stroke yang ingin dipulihkan dengan Metode Cepat Pemulihan Stroke (MCPS). Metode itu dinilai cepat untuk pemulihan pasien penderita stroke.

"Ada juga pasien yang mengaku bahwa mereka pernah melakukan terapi diberbagai tempat selam 3-6 bulan tapi kurang maksimal. Dengan MCPS bisa dirasakan perubahannya selama satu bulan," jelasnya.

Selain MCPS, metode olah pikir juga diterapkan kepada pasien penderita stroke dalam giat tersebut. Kejadian yang berkesan pernah terjadi pada giat tersebut beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Antisipasi Perceraian Pengantin Baru Karena Faktor Ekonomi, Program KUA Moderat Diterbitkan

"Dulu satu ada satu pasien stroke berat dari Wirobrajan yang datang hanya memakai kursi roda ke Ndalem Yudhonegaran. Itu jauh lo, cuma pakai kursi roda dan dibantu tetangganya lagi," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pasien penderita stroke asal Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Sugiman menambahkan dirinya sudah dua kali mengikuti agenda tersebut. Sugiman merupakan penderita stroke di kaki kiri yang sudah 2,5 tahun.

"Saya stroke itu karena gula darah yang tinggi, setelah mengikuti terapi tersebut ada kemajuan pemulihan kaki saya," jelasnya.

Baca Juga: Sempat Mengalami Penghalangan di Beberapa Lokasi, Bawaslu Kota Jogja Menertibkan APK Sejumlah 2.792 Selama Bulan Januari 2024

Sugiman mendapatkan informasi giat tersebut dari seorang temanya. Ia berniat untuk hadir kembali di hari Rabu Minggu berikutnya.

"Dari awal Terapis saya memang mas Gunawan dan memang tidak ganti karena memang sudah cocok," tuturnya.

Sugiman berharap kegiatan seperti itu terus dilanjutkan karena dinilai sangat membantu masyarakat khususnya penderita stroke. Harapan dengan adanya kegiatan tersebut para pasien bisa sembuh. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#terapis #Kota Jogja #stroke