JOGJA - Pada Bulan Januari hingga Februari 2024, Kota Jogja masih rawan dengan bencana Hidrometeorologi.
Dampak dari bencana tersebut di antaranya pohon tumbang, atap rumah rusak, dan banjir.
Pemerintah Kota Jogja (Pemkot Jogja) telah melakukan berbagai upaya di antaranya pembentukan Kampung Tanggap Bencana (KTB) dan beberapa perbaikan drainase untuk antisipasi genangan di jalan pasca hujan.
"Menurut informasi BMKG, hidrometeorologi akan berjalan sampai bulan Februari pada puncaknya."
"Biasanya akan diikuti dengan cuaca ekstrem," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Nur Hidayat kepada media, Senin (29/1/2024).
Hidrometeorologi biasanya berdampak pada rumah rusak, tanah longsor, pohon tumbang dan banjir yang biasanya dari sungai.
Selain itu, timbulnya genangan air pasca hujan juga diantisipasi oleh Pemkot Jogja.
"BPBD, Damkarmat dan DLH biasanya akan turun. Kami sifatnya membantu penyelamatan," tandasnya.