SLEMAN - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mencatat cukup banyak pencegahan kasus perdagangan orang. Pasalnya, selama awal tahun ini saja sudah ada 60 orang warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari luar negeri.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Najarudin Safaat mengatakan, pemulangan WNI dari luar negeri itu mayoritas berasal dari negara Korea Selatan.
Adapun sebabnya, lantaran para WNI itu tidak mengikuti prosedur yang benar untuk berangkat ke luar negeri.
Najarudin menerangkan, alasan Korea Selatan banyak menjadi tujuan karena negara tersebut mulai menerima banyak tenaga kerja.
Sehingga, sebagian besar WNI pun memilih untuk berangkat ke negara tersebut secara singkat dan praktis. Atau tanpa memiliki dokumen yang lengkap.
Menurut dia, banyaknya WNI yang dipulangkan dari luar negeri itu juga karena kebijakan dari pemerintah Singapura.
Yakni, memulangkan WNI menggunakan pesawat yang jadwal keberangkatannya pertama ke Indonesia.
Hal itu pun membuat banyak WNI yang keberangkatannya tidak melalui Jogjakarta. Namun dipulangkan melewati Yogyakarta International Airport (YIA).
“Di awal 2024 sudah ada sekitar 60-an pencegahan kasus perdagangan orang, kebanyakan yang kita terima dari Korea karena dipulangkan,” ujar Najarudin, Minggu (28/1).
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Agung Rektono Seto menyampaikan, bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.
Tak terkecuali pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).
Karena itu, Kantor Imigrasi Yogyakarta pun akan terus mengawasi keberangkatan maupun kedatangan orang dari dan menuju keluar negeri.
Bahkan, terhadap orang asing yang tinggal di Yogyakarta pun akan selalu dipantau.
Menurutnya, pengawasan terhadap orang asing tersebut akan dilakukan oleh pihaknya secara berkala.
Di samping itu, juga dilakukan berbagai upaya pencegahan agar kejahatan TPPO dan TPPM dapat diantisipasi dengan pengawasan ketat pada dua bandara di Yogyakarta. Yakni, YIA dan Lanud Adisutjipto.
“Tentunya pengawasan kami lakukan secara berkala, kami lakukan pengetatan dan selalu tempatkan petugas di bandara,” ungkap Agung. (inu)