JOGJA - Pernikahan di bawah umur cukup banyak terjadi di Kota Jogja.
Hal tersebut dinilai karena pergaulan dan juga banyaknya situs dewasa yang mudah untuk diakses.
Menanggapi hal itu, Pemkot Jogja melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) me-launching Film Jogja Kecce (Kidz Creative Ciekz).
Film itu untuk sosialisasi pencegahan pernikahan di bawah umur dan kekerasan terhadap anak.
Film tersebut dinilai merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah untuk sosialisasi khususnya mencegah kekerasan terhadap anak.
"Dari data disebutkan bahwa pada tahun 2023 kekerasan terhadap anak mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022," jelasnya.
Sarmin menilai bahwa media sosial menjadi salah satu faktor banyaknya pernikahan anak.
Selain itu, pergaulan yang kurang terkendali juga termasuk.
"Cara pengasuhan orang tua terhadap anak juga harus menjadi perhatian khusus," tandasnya.