JOGJA - Beberapa berita viral perihal permasalahan tarif parkir di Kota Jogja belakangan ini menjadi perhatian publik dan Pemerintah Kota Jogja.
Kesalahpahaman antara juru parkir (jukir) dengan pemilik kendaraan menjadi sumber permasalahan.
Dari data di lapangan, menunjukkan ada cerita di balik layar yang tidak disampaikan kepada masyarakat.
Dari keseluruhan kasus tersebut, baik jukir maupun masyarakat yang bersangkutan, memang berbeda orang dan waktunya.
"Karena telah menjadi perhatian publik, khususnya di media sosial, maka pihak tim saber pungli juga turun," tuturnya.
Ketiga jukir yang bersangkutan sudah dilakukan penindakan dengan hukuman tipiring (tindak pidana ringan).
Dengan hukuman tersebut, Singgih berharap semoga yang bersangkutan tidak mengulangi lagi.
"Ini akan menjadi evaluasi bagi kami agar bisa memberikan pelayanan parkir yang lebih baik lagi," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto menambahkan di balik kejadian tersebut, dirinya menemukan fakta-fakta di lapangan.
Dishub telah melakukan klarifikasi dan pembinaan kepada pengelola lokasi parkir di Jalan Senopati.
"Kejadian yang pertama adalah di Jalan Senopati Tengah yang viral Bus ditarik retribusi Rp 70 ribu."
"Cerita yang disampaikan rombongan bus tersebut parkir selama dua jam," tuturnya.
Pihak dishub telah mengklarifikasi dengan juru parkir atau pengelola di lapangan dan menemukan beberapa cerita yang melatarbelakangi masalah tersebut.
"Sebenarnya ketika rombongan itu mau pulang, petugas parkir mau mengambil karcis terlebih dahulu."
"Tetapi pimpinan rombongan bilang tidak usah, dan hanya meminta foto sebagai bukti," ujarnya.
Kejadian tersebut termasuk unik, sudah dijelaskan tarif parkir bus di tiga jam pertama sebesar Rp 75 ribu.
Tarif tersebut berlaku progresif, maka per jam berikutnya ditambah Rp 25 ribu.
"Karena lebih dari tiga jam, mestinya dia membayar Rp 100 ribu."
"Tapi pihak bus mengatakan ditarik dengan tarif Rp 120 ribu. Itu kemudian yang kita telusuri," jelasnya.
Setelah melakukan klarifikasi, jukir yang terlibat mengatakan memang benar dirinya menarik tarif Rp 120 ribu.
Hal tersebut karena jukir diberi instruksi oleh sopir bus yang bersangkutan untuk menaikkan tarif sejumlah Rp 20 ribu.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain PSIM Jogja Versus Semen Padang,
"Jadi tambahan uang Rp 20 ribu tersebut merupakan pesanan dari sopir bus untuk dirinya."
"Jukir hanya menyampaikan ke tour leader, total tarifmya Rp 120 ribu," tandasnya.
"Itupun tetap kami lakukan pembinaan kepada jukir, karena memang tidak boleh hal seperti itu."
"Kalau memang ada fee untuk sopir ya dibicarakan secara jelas, sehingga tidak terjadi salah paham," imbuhnya. (cr5)
Editor : Iwa Ikhwanudin