JOGJA - Kerusakan pada badan jalan ruas jalan Tawang-Ngalang di Kabupaten Gunungkidul telah diperbaiki.
Tak ada penutupan jalan saat perbaikan, tepatnya di sekitar Jembatan Bobung-Kepil, Patuk, Gunungkidul itu.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Andi Kurniawan Darma mengatakan, kerusakan pada bagian jembatan yang berada di jalan penghubung Sleman-Gunungkidul itu sudah mulai diperbaiki sejak Senin (22/1).
"Ini sudah langsung diperbaiki dari berita kemarin hari Minggu (21/1) itu ambles, kami Senin langsung ada perbaikan," katanya Selasa (22/1).
Andi menjelaskan selama perbaikan yang dijadwalkan seminggu ke depan itu tak ada penutupan akses jalan.
Namun, hanya dipasang traffic cone atau police line selama masa pengerjaan berlangsung.
Pun dalam perbaikan itu sekaligus mengecek semua titik-titik yang sekiranya masih menjadi potensi untuk terjadi kerusakan atau keretakan dan lainnya.
"Kira-kira seminggu ke depan ini sekalian perbaikan dan identifikasi untuk beberapa potensi kerusakan yang terjadi gara-gara cuaca ekstrem," ujarnya.
Menurutnya, keretakan itu terjadi bukan di bagian jembatannya melainkan bahu jalan sebelum jembatan.
Memang disebabkan oleh kondisi tanah yang kebanyakan di ruas jalan Talang-Ngawang merupakan area timbunan bukan galian.
Sedangkan saat masa pelaksanaan konstruksi ada di musim kemarau. Sehingga, diprediksi untuk pemadatan masih kurang sempurna.
Baca Juga: Berawal dari Gunung Bibi Terbentuk Sejak 700.000 Tahun Lalu, Begini Sejarah Gunung Merapi Yogyakarta
Sebab, idealnya untuk pemadatan dikatakan harus melalui dua musim yakni musim panas dan hujan.
Terlebih, memasuki pada awal tahun ini dari akhir Desember hingga sekarang cuacanya cukup ekstrem.
"Jadi hujan bisa dua atau tiga hari terus-terusan jadinya dengan kondisi tanah timbunan seperti itu ditambah dengan cuaca ekstrem mungkin ada beberapa retakan sehingga air masuk ke dalam bahu yqng dibawahnya itu tanah timbunan dan menyebabkan kondisi tanahnya agak labil jadi agak sedikit ada amblesan," jelasnya.
Namun demikian, karena ruas Talang-Ngawang masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun maka perbaikan masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Proyek ruas jalan tersebut dengan panjang jalan keseluruhan kurang lebih 9,5 kilometer yang dikerjakan sejak 2021 dan baru rampung 2023.
"Masih satu ruas (jembatan yang diresmikan Gubernur DIY HB X), peresmian itu sebenarnya tidak hanya untuk ruas yang dua dan tiga, kita resmikan itu satu ruas panjang. Jadi, ruas Talang-Ngawang, itu dari pekerjaan 2021 sampai 2023 kemarin," tambahnya.
Terpisah Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, status siaga darurat sejak 20 Desember hingga 29 Februari dicanangkan untuk seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Itu mengingat curah hujan di Januari- Februari ini akan mulai meningkat.
"Nah itu hanya meminta masyarakat untuk siaga dan waspada mengingat curah hujan di Januari Februari ini akan mulai meningkat, jadi bukan tanggap darurat ya," katanya.
Noviar menjelaskan status ini ditetatpkan untuk seluruh kabupaten dan kota di DIY. Seluruhnya memiliki potensi bencana hidrometeorologi.
Hanya memang, yang perlu diwaspadai terkait dengan bencana longsor.
Sebab bencana lain seperti angin puting beliung tidak bisa diprediksi. Pun prediksinya baru bisa dilakukan dua hingga tiga jam sebelum bencana terjadi.
"Longsor itu adalah di samping Kulon Progo di sekitar bukit menoreh juga di seputar sungai-sungai yang ada di wilayah DIY. Kemudian juga Gunungkidul itu juga potensi yang di tebing-tebing berpotensi untuk longsor," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad