RADAR JOGJA - Jajaran Polda DIJ berhasil meringkus komplotan pelaku klithih di Jogjakarta. Komplotan ini salah sasaran dan membacok korban yang hendak mencari warung makan.
"Kejadian (klithih) ini sempat naik di media sosial. Kebetulan TKP-nya di Jalan Ringroad Utara, depan Mapolda DIJ," ungkap Kasubid Penmas Polda DIJ AKBP Verena Sri Wahyuningsih kepada wartawan kemarin (22/1).
Peristiwa ini berlangsung Kamis (28/12) sekitar pukul 02.00. Korbannya laki-laki asal Mergangsan, Kota Jogja, dengan inisial MS, 32. "Dari mulai ruko sampai dengan depan Mapolda DIJ, ada beberapa pengendara kendaraan bermotor yang membawa senjata tajam dengan cara diseret," tuturnya.
Sementara itu, Direskrimum Kombes Pol FX Endriadi menyampaikan, awal mula kejadian pembacokan adalah saat korban MS bersama dua temanya pergi berboncengan tiga dengan satu motor sekitar pukul 01.00. Mereka berangkat dari indekos di Jalan Kaliurang dengan maksud mencari warung makan di daerah Seturan.
"Warung makan itu ternyata tutup, lalu korban pulang melewati Jalan Perumnas dan berpapasan dengan rombongan pelaku. Komplotan pelaku berjumlah delapan orang dengan empat kendaraan bermotor," ungkapnya.
Tanpa ada motif yang jelas, pelaku lalu mengejar korban dan membacoknya. Dikarenakan TKP dekat dengan Polda DIJ, korban turun dari kendaraan dan lari menyelamatkan diri ke penjagaan Polda DIJ. "Terjadi kejar-kejaran, pelaku mengejar dengan menyeret celurit di jalan, lalu membacok korban. Setelah membacok, mereka lantas kabur," tandasnya.
Oleh pihak kepolisian yang berjaga, korban kemudian dilarikan ke RS Panti Rapih. Korban terkena bacok di lengan bagian kanan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, para pelaku sebelumnya sudah merencakan tawuran dengan kelompok lain. Kedua belah pihak merencanakan akan bertemu dan melakukan tawuran di daerah Jombor.
"Para pelaku sebelumnya berkumpul di rumah RK (masih buron) di daerah Maguwoharjo pada pukul 00.00," tuturnya. Setelah sampai pada titik pertemuan yang direncanakan, ternyata komplotan pelaku tidak menemukan kelompok musuh. Komplotan pelaku itu sudah menyiapkan sejumlah senjata tajam.
"Kemungkinan korban merupakan target salah sasaran, karena ketika melihat korban, salah seorang komplotan pelaku meneriaki dengan mengatakan, itu orangnya!," bebernya.
Lima orang komplotan pelaku itu dibekuk pada Rabu (10/1) di wilayah DIJ. Mereka kemudian ditahan di Rutan Mapolda DIJ. "Kami terus melakukan proses pencarian tiga orang yang masih DPO dari komplotan ini," ujarnya.
Total pelaku ada delapan orang dan yang berhasil dibekuk lima orang. Tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian. Kelima pelaku ini berinisial JA, 18, eksekutor pembacokan yang beralamatkan di Depok, Sleman. Kemudian NRAP, 18, warga Mlati, Sleman, sebagai joki eksekutor.
"Kemudian TIS, 19, dan BDN, 18, warga Godean dan Depok, Sleman. Mereka berperan sebagai pembawa celurit dan nisial AA, 19, sebagai pembuat atau orang yang meminjamkan sajam," tandasnya.
Untuk ketiga DPO yaitu RK, TM, dan HR. Informasi terakhir, diduga mereka tekah berada di luar DIJ. "Akan kami lakukan penelusuran," tambahnya. Ke-8 pelaku klithih ini merupakan alumni di salah satu sekolah yang sama. (cr5/laz)
Editor : Satria Pradika