JOGJA - Bagi sekolah swasta, rencana pemerintah pusat membuka gelombang pendaftaran Pegawai Kontrak dengan Perjanjian Kerja (P3K) ibarat memakan buah simalakama.
Kondisinya sama-sama sulit.
Tak ada larangan mendaftar P3K, tapi risikonya kehilangan tenaga pendidik.
Menurutnya, kondisi sekolah swasta makin sulit di tengah rencana pemerintah pusat membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.
"Harapannya, kalau bisa P3K ini tidak hanya sekadar ditempatkan di sekolah sekolah negeri."
"Tetapi bisa ditempatkan di sekolah swasta juga."
"Atau kalau bisa ya, dikembalikan lagi ke sekolah asal," pintanya.
Dikatakan, selama ini sekolah swasta juga memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan kepada seluruh anak bangsa.
Negara hendaknya juga hadir untuk kemajuan sekolah-sekolah swasta.
"Jadi, kan mungkin setiap daerah beda-beda gitu," ucapnya.
Tapi yang terpenting pihaknya berpesan kepada guru yang dulu di Muhammadiyah dan diterima P3K, harus betul-betul bekerja dengan profesional. (gun)