Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Rawan Terjadi Bencana, Pakar Geologi UGM Paparkan Mitigasi di Daerah Rawan Gempa Bumi

Fahmi Fahriza • Minggu, 21 Januari 2024 | 02:45 WIB
SIAP: Guru Besar Geologi UGM Prof Dr Eng Ir Wahyu Wilopo.
SIAP: Guru Besar Geologi UGM Prof Dr Eng Ir Wahyu Wilopo.

JOGJA - Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Eng Ir  Wahyu Wilopo mengatakan sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan daerah yang rawan berpotensi terjadi gempa bumi.

 
Ia memaparkan, posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau cincin api pasifik dan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia menyebabkan rawan terjadinya gempa bumi.
 
adapun jalur pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. 
 
 
Mengingat besarnya potensi gempa bumi yang terjadi di tanah air, Wahyu menegaskan terkait pentingnya penguatan mitigasi guna meminimalkan dampak bencana.
 
Ia menekankan, salah satu mitigasi awal yang harus dilakukan dengan penyusunan tata ruang berbasis informasi multi bahaya. Khususnya, gempa bumi.
 
"Masyarakat harus punya bekal pemahaman tentang informasi bahaya sedini mungkin," katanya, Sabtu (20/1).
 
 
Lebih lanjut, Wahyu juga menjelaskan, setidaknya ada empat prinsip pendekatan perencanaan yang harus dilakukan di daerah rawan gempa bumi.
 
Pertama adalah mengumpulkan informasi bahaya patahan aktif yang akurat. Kedua merencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang.
 
Ketiga yakni mengambil pendekatan berbasis risiko di wilayah yang sudah dikembangkan atau ditempati.
 
 
Keempat adalah mengkomunikasikan risiko di kawasan yang terbangun pada zona patahan.
 
Ia juga berpesan, untuk daerah patahan atau rawan gempa bumi yang telah ditinggali dan memiliki bangunan perlu dilakukan beberapa tindakan mitigasi lainnya.
 
"Untuk daerah hunian itu perlu adanya penguatan gedung, peningkatan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat secara umum," pesannya.
 
Dikatakannya, kategori gedung juga jadi salah satu komponen penting dalam proses mitigasi gempa bumi.
 
 
Ia menyebut kategori gedung tidak selalu mungkin untuk menghindari pembangunan di dalam zona patahan.
 
Keputusan perencanaan di masa lalu mungkin mengakibatkan bangunan berada dalam zona patahan tersebut atau orang mungkin mempunyai harapan untuk membangun di sana.
 
 
Kendati demikian, Wahyu tetap berpesan bahwa bangunan-bangunan yang berada dalam zona patahan harus dihindari.
 
"Khususnya bangunan yang melintasi sesar aktif, sangat mungkin mengalami kerusakan akibat terjadinya pergerakan patahan," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad
#gempa #rawan #ring of fire #Indonesia