JOGJA - Kurang lebih tiga bulan dibentuk, Bank Sampah Induk (BSI) Kota Jogja telah menemukan 192 Bank Sampah dalam kondisi kurang sehat atau mati suri.
Upaya pendampingan telah dilakukan mulai dari sosialisasi hingga pengambilan sampah yang tidak laku.
Dari total 666 Bank Sampah, yang menjadi member BSI saat ini baru 49.
Salah satu pelayanan BSI adalah mau mengambil jenis sampah residu plastik kemasan dan sejenisnya.
Kebanyakan tukang rosok tidak mau membeli sampah berupa kantong-kantong plastik kemasan.
"Nah di BSI mau mengambil sampah kemasan tersebut, yang terpenting kondisinya bersih dan kering," ujar Wakil Ketua Forum Bank Sampah Kota Jogja, Sri Martini kepada Radar Jogja, Rabu (17/1/2024).
Sebanyak 192 Bank Sampah dalam kondisi tidak sehat, sehingga perlu dilakukan pendampingan.
"Ada yang mati suri, lalu nasabah bank-nya masih sedikit di bawah 20, tidak berkembang dan lainnya," tuturnya.
Di Kelurahan tersebut terdapat total 12 Bank Sampah.
"Dari ke 12 Bank Sampah sebanyak 10 di antaranya dalam kategori kurang sehat," tandasnya.