Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penasaran Cara Nyebarin Kerikil di Rel Kereta Api, Ternyata Ini Prosesnya

Dwi Agus. • Rabu, 17 Januari 2024 | 04:25 WIB
TERIK :Pengguna jalan melintas saat siang hari di perlintasan kereta api kawasan Lempuyangan, Kota Jogja, Kamis (28/9/23).Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
TERIK :Pengguna jalan melintas saat siang hari di perlintasan kereta api kawasan Lempuyangan, Kota Jogja, Kamis (28/9/23).Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Penasaran cara menebarkan kerikil di jalur rel kereta api, ternyata prosesnya tidak manual.

Ballast atau pemberat yang disebut juga kricak ternyata disebarin pakai rangkaian lokomotif kereta.

Terlihat dari video milik @rikosetiawan_05 yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Proses ini berlangsung di petal Sentolo - Rewulu, Kalimenur, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari keterangan video yang ditulis penebaran ballast kricak berfungsi menambah keamanan rel kereta api.

Tujuannya agar tidak gogos atau longsor. Penambahan batu kricak dilakukan rangkaian kereta yang berjalan perlahan.

Pintu gerbong pengangkut kricak dibuka agar material jatuh ke sisi bantalan rel kereta secara merata.

“Ini proses melakukan perawatan jalur KA, dengan penambahan ballast kricak yang ecer merata.

Untuk nantinya dipadatkan dengan mesin perawatan jalur rel. Supaya jalurnya handal dan nyaman dilewati.

Untuk satu gerbong itu mengangkut 25 ton kricak yang nanti disebar ke jalur rel yang dituju,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (16/1).

Fungsi Ballast Kricak :

Ballast kricak adalah bagian dari badan jalan kereta api tempat penempatan bantalan rel.

Ditempatkan diantara, di bawah dan di sekitar jalur hingga drainase di kanan-kiri rel.

Ballast berfungsi untuk menyalurkan beban kereta api kepada bantalan serta agar tumbuhan tidak tumbuh di badan jalan yang dapat mengganggu struktur jalur kereta api.

Ballast juga menjaga agar rel tetap berada pada tempatnya apabila ada kereta api berjalan di atasnya. Material ballast biasanya adalah batu kricak dengan dimensi dan ukuran seragam.

Bahan Baku Ballast Kricak :

Umumnya batu dari quari yang dipecahkan dengan mesin pemecah batu, dengan diameter seragam antara 25 mm sampai dengan 50 mm, dengan sudut-sudut tajam, yang umumnya lebih banyak dipergunakan daripada batu kricak yang bulat. Bahan yang paling baik adalah batu granit.

Konstruksi

Lapisan ballasst pada dasarnya adalah terusan dari lapisan tanah dasar dan terletak di daerah yang mengalami konsentrasi tegangan yang terbesar akibat lalu Iintas kereta pada jalan rel.

Oleh karena itu material pembentuknya harus sangat terpilih.

Fungsi utama ballast adalah untuk meneruskan dan menyebarkan beban bantalan ke tanah dasar, mengkokohkan kedudukan bantalan dan meluluskan air sehingga tidak terjadi penggenangan air di sekitar bantalan dan rel.

Ballast yang baik mempunyai kekerasan, tahan gesekan, tidak mudah berubah dimensi, mudah diperoleh dan tidak mahal.

Ballast harus memiliki banyak sudut dan tajam. Material ballast terdiri dari batu pecah dengan diameter 25 mm sampai dengan 60 mm.

Porositas maksimum batu balas 3 persen dengan kekuatan tekan rata-rata 1000 kg/cm2.

Kandungan tanah, lumpur, dan bahan organik lainnya maksimal 0,5 persen, serta kandungan minyak maksimum 0,2 persen.

Gravitasi spesifik material balas minimal 2,6 dengan keausan balas sesuai tes Los Angeles tidak boleh lebih dari 25 persen.

Pada kereta api konvensional standar tebal ballast berkisar antara 25-30 cm, sedangkan kereta api cepat membutuhkan ballast dengan ketebalan hingga 50 cm.

Jumlah ballast yang kurang akan mengakibatkan batu kricak terbenam ke tanah oleh getaran kereta api yang berjalan di atasnya yang juga akan merusak badan jalan rel dan dapat menyebabkan anjlokan.

Badan jalan KA biasanya berupa pasir dan batu yang dipadatkan yang akan lebih baik apabila tanah dasarnya dilapisi dengan geotekstil agar tidak bercampur dengan tanah.

Perawatan

Agar menjaga fungsi ballast, perlu dilakukan perawatan reguler agar tidak tercampur dengan sirtu atau tanah.

Untuk melaksanakan perawatan biasanya digunakan mesin pemecok yang mengangkat bantalan dan memecok batu ballast.

Bila jumlah batu ballast berkurang dari standar yang ditetapkan perlu dilakukan penambahan batu kricak untuk menjaga ketinggian jalur sepanjang lintasan. 

Editor : Bahana.
#Kerikil #Kereta Api