Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siap-Siap Delapan Ribu Lansia Terima Bansos Senilai Rp 300 Ribu per Bulan, Ini Penjelasannya...

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 16 Januari 2024 | 22:16 WIB
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih.
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih.

JOGJA - Dinas Sosial (Dinsos) DIY segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) masyarakat miskin ekstrem kepada 8 ribu jiwa penerima manfaat kalangan lanjut usia (lansia).

Bantuan akan disalurkan per bulan selama 1 tahun ke depan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut.

Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, kalangan lansia masih menjadi prioritas untuk menerima bansos Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) tahun 2024.

Lansia yang masuk kriteria miskin ekstrem akan mendapat jaminan sosial lansia tersebut. Pencairan dan penyalurannya akan dimulai pada awal tahun ini.

"Insya allah kami di minggu ketiga Januari untuk penyalurannya. Jadi, kaitan dengan kemiskinan ekstrem melalui jaminan sosial lansia, kita cairkan untuk Januari dan seterusnya," katanya Selasa (16/1).

Endang menjelaskan sebanyak 8 ribu penerima manfaat akan mendapat bantuan senilai Rp 300 ribu tiap bulan.

Skema penyalurannya tidak secara uang tunai, melainkan secara cashless melalui barcode.

Setiap penerima akan mendapatkan barcode masing-masing untuk kemudian ditukarkan sembako.

"Jadi, sama dengan dia belanja, harapan kami dari Bapak Gubernur (Hamengku Buwono X), para lansia itu benar-benar dia belanja untuk kebutuhan dasarnya. Tidak untuk belanja yang lain-lain, jadi untuk kebutuhan dasar," ujarnya.

Pihaknya dalam hal ini bekerja sama dengan bank BPD DIY dalam pelaksanaan bansos tersebut. Yaitu, bank milik daerah itu yang mengeluarkan barcode untuk diberikan kepada penerima manfaat. 

Penerima manfaat bisa didampingi oleh pendamping untuk menukarkan nilai uang yang diterimanya.

Sebab dalam pembelanjaan itu dilakukan melalui Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) untuk mendukung berjalannya kegiatan bansos JSLU.

"Waluyo kan juga warung-warung yang ada di sekitar mereka, supaya perekonomian di wilayah setempat juga jalan, karena pembelian itu kan pasti. Lansia juga butuh asupan makanan setiap hari," jelasnya.

Adapun 8 ribu jiwa penerima manfaat ini paling banyak sasarannya berada di Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah 3.413 lansia.

Kemudian, disusul Sleman sebanyak 2.400 lansia, Bantul 1.186 lansia, Kota Jogja 560 lansia, dan Kulon Progo 441 lansia.

Pun program bansos ini juga turut mengungkit pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Sehingga, warga yang di lokasi Waluyo sudah dilatih untuk melaksanakan pencairan bansos lansia.

"Nanti mekanismenya adalah para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) lansia itu membelanjakan di warung waluyo itu. Jadi warung itu menyiapkan barang-barang kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh lansia," terangnya.

Endang mencatat, kemiskinan ekstrem seluruh DIY hingga saat ini pada prosentase 1,24 persen.

Sasaran kemiskinan ekstrem pemprov tahun 2024 sebanyak 8 ribu jiwa.

"Kontribusi untuk penanganan ekstrim delapan ribu jiwa sama dengan 15,8 persen," tambahnya.

Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan SDM Sugeng Purwanta mengapresiasi terjalinnya kerjasama antara Dinsos DIY dan Bank BPD DIY dalam pelaksanaan bansos JSLU.

"Dan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya memperbaiki kondisi sosial dan kesejahteraan lansia di DIY," katanya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#lansia #Dinsos DIY #miskin ekstrem