RADAR JOGJA – Daftar pemilih tambahan (DPTb) yang tercatat di KPU DIJ mencapai 35 ribu orang kemarin (15/1). Jumlah tersrebut didominasi oleh kalangan mahasiswa yang berkuliah di beberapa kampus di DIJ.
"Data terus masuk kami terus update, yang paling banyak Sleman masih mengular antreannya di KPU Sleman," kata Ketua KPU DIJ Ahmad Shidqi kemarin.
Dari 35 ribu yang pindah memilih, separo lebih ada di Sleman. Hal ini menunjukkan jika antusias para pemilih muda cukup tinggi. "Lima hari terakhir jelang penutupan semakin banyak yang mengurus pindah memilih. Di awal kami jemput bola mereka kurang berminat," ujarnya.
Menurutnya, untuk pindah memilih ini mereka nantinya akan menggunakan kertas suara tambahan dalam pencoblosan di TPS. KPU tidak menyediakan kertas suara khusus untuk pemilih baru.
Sehingga pindah memilih langsung ditempatkan TPS yang masih memungkinkan diisi dari dua persen surat suara cadangan. "Jadi nanti tidak bisa orang ujug-ujug bawa formulir A5 ke TPS kalau namanya tidak ada di situ, tidak bisa," tegasnya.
Dia menyebut, jumlah pindah memilih pada tahun ini kurang lebih sama dengan Pemilu 2019. Namun dalam pemilu kali ini, sejumlah kampus masih pada masa libur kuliah hingga 14 Februari 2024. Sehingga tidak semua mahasiswa luar daerah pindah memilih di DIJ. "UGM, UNY, UII, UIN itu masih libur sehingga banyak didorong untuk memilih di rumah untuk kampus," jelasnya.
Dari pantauan Radar Jogja, sejumlah mahasiwa juga masih memeuhi gedung KPU Kota Jogja untuk melakukan pindah memilih kemarin (15/1). Bahkan barisan antrean pendaftar sempat memanjang hingga ke bahu Jalan Magelang.
Juru parkir gedung KPU Kota Jogja Dwi Santoso mengaku, area parkir yang disediakan penuh oleh kendaraan pengunjung. "Mungkin sudah ada ratusan kendaraan yang sudah parkir di sini," lontarnya.
"Kemungkinan nanti saya jaga sampai malam, karena infonya pendaftaranya sampai malam," sambungnya.
Hingga pukul 14.00, sudah ada 6.322 yang terdaftar sebagai DPTb di KPU Kota Jogja. "Ini saja masih dalam proses, banyak banget yang ngantre dari tadi pagi," ujar Kepala Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Jogja Zuhad Najamudin.
Dia memprediksi, jumlah pendaftar pindah memilih akan mencapai lebih dari 1.000 orang hingga waktu penutupan pendaftaran. “Sampai siang ini saja sudah 500 lebih," ujarnya.
Disinggung soal kendala, kurangnya berkas persyaratan pendaftaran menjadi yang paling banyak ditemui. Seperti bukti aktif kuliah yang tidak disertakan. “Beberapa mungkin cuma bawa KTM sama KTP," jelasnya.
Nantinya, pendaftar DPTb pemilih pindah memilih akan ditempatkan ke TPS dekat dengan domisilinya. Hanya saja, kuota DPTb untuk Kemantren Gondokusuman dan Umbulharjo saat ini sudah penuh. "Pendaftar baru yang berdomisili di Umbulharjo dan Gondokusuman akhirnya kita geser ke TPS terdekat seperti Danurejan," ucapnya. (wia/cr5/eno)
Editor : Satria Pradika