RADAR JOGJA - Meski lowongan pekerjaan banyak tersedia secara online di berbagai platform, namun job fair offline masih diminati. Khususnya bagi kalangan mahasiswa.
Dosen dan Peneliti Ekonomi Pembangunan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y Sri Susilo mengatakan, salah satu yang membuat job fair offline masih banyak diminati adalah adanya aktivitas sosial yang terjadi. Hingga besarnya kesempatan para pelamar kerja untuk bisa bertemu secara langsung dengan HRD perusahaan terkait.
"Misalnya pertemuan secara langsung, itu hal yang online tidak miliki," katanya kemarin (15/1).
Sri Susilo menuturkan, peminat agenda ini juga tidak hanya datang dari kalangan mahasiwa. Namun juga siswa lulusan SMA/SMK sederajat. Dia sendiri turut mengapresiasi agenda job fair offline yang rutin dijalankan di wilayah DIJ. "Kebanyakan di mal atau kampus," bebernya.
Sementara itu, Haris Prayitno seorang perantau asal Lamongan mengaku, sudah tiga kali mengikuti job fair offline. "Dari sejak lulus kuliah 2022 lalu," lontar alumni Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga tersebut.
Kendati tidak pernah ada pekerjaan yang didapatkannya melalui kegiatan itu, Haris tidak pernah kecewa. Sebab dia selalu mendapat banyak pelajaran dan ilmu baru dari acara job fair.
"Misalnya jadi tahu CV yang proper seperti apa, sampai teknis wawancara kerja. Itu sangat membantu," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika