JOGJA - Pembangunan Teras Malioboro (TM) 2 bakal dimulai tahun ini. Dipastikan ada dua lokasi lahan yang telah disiapkan, kurang lebih hampir sekitar 6 ribu meter persegi.
Targetnya pada triwulan 1 bisa dimulai, saat ini tengah berproses pada pelelangan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwie mengatakan, pengadaan lahan untuk pembangunan TM 2 telah selesai.
Berada di dua lokasi yang tersebar di dekat kawasan TM 1 dan di kawasan Ketandan atau tepatnya lahan di belakang Ramayana Malioboro.
"Tahun ini baru kita mulai untuk pembangunannya (TM 2), ya harapannya di triwulan satu sudah kontrak ya. Kita berproses melengkapi proses pelelangan," katanya Senin (15/1).
Siwie menjelaskan pembangunan TM 2 permanen ada di dua titik lokasi dengan luas kurang lebih hampir 6 ribu meter persegi.
Luasan tersebut sudah termasuk untuk akses masuk menuju TM 2 di belakang Ramayana.
Dipastikan akan ada 3 akses masuk yang bisa digunakan pengunjung nantiny menuju ke TM 2.
"Itu kan ada toko Makmur Jaya, itu sudah kami beli juga itu kan menjadi akses untuk masuk. Kurang lebih ada 3 akses (masuk menuju TM 2)," ujarnya.
Dia menyebut sedikitnya 3 akses masuk ini baru bersifat sementara. Pihaknya terus berproses dengan melihat situasi di lapangan.
Sebab, ini berbicara kawasan yang tidak hanya Teras Malioboro saja.
Namun, bagaimana ketersedian lahan parkir di kawasan Ketandan tersebut juga berproses dari instansi terkait.
Meski begitu, akses masuk menuju TM 2 ini nanti dipastikan akan menonjolkan keindandahan khas Jogja.
Hal ini disamping untuk menambah estetika, juga untuk menarik pengunjung masuk ke sana.
"Pastinya akses masuk sudah kami desain juga misal tampilan-tampilan untuk showcase budaya seni," ujarnya.
Pembangunan TM 2 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 100 miliar dari Dana Keistimewaan itu nanti akan dibangun 3 tingkat baik TM 2 yang sisi barat maupun timur.
Ini sama halnya dengan TM 1 yang juga 3 tingkat.
"Pembangunannya harapan kami nanti bisa bersamaan (TM 2 sisi barat maupun timur)," sambungnya.
Pun kapasitas pedagang akan mampu menampung sekitar 1.041 orang.
Sebab, lahan sekitar 6 ribu meter persegi tersebut tak hanya akan dibangun full untuk bangunan semata.
"Harus ada ruang publik, ruang terbuka, penampilan para seniman, traffic pengunjung, kenyamanan, keamanan," jelasnya.
Selain itu, tak kalah pentingnya juga di TM 2 yang baru ini nanti akan ada para seniman budayawan bisa mengapresiakan keterampilannya mereka.
Sehingga akan ada event budaya dan seni bisa tampil di sana.
Pun terkait pendataan pedagang di TM 2 nantinya, diserahkan kepada jajaran pansus DPRD Kota Jogja untuk memastikan data jumlah pedagang yang masuk tersebut sesuai dengan pendataan mereka.
Disinggung terkait pedagang dadakan yang masuk TM 2, Siwie hanya akan mengacu pada pendataan Pemkot Jogja.
"Kami melihat dari data yang sudah ada dan disepakati oleh pemkot karena kewenangannya kota. Kami bersinergi dengan kota sebab itu data yang digunakan ialah data yang sudah disepakati di kota," tambahnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, dua program pembangunan besar akan dilakukan di kawasan Sumbu Filosofi paska ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Dua perogram besar itu yakni pembangunan Jogja Planning Galery (JPG) dan pembangunan Teras Malioboro (TM) 2.
"Ini sebenarnya sudah lama dipersiapkan kami sudah running. Sekarang yang JPG ini masih dalam tahap perancangan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)," katanya.
JPG nantinya akan dibangun di kawasan Teras Malioboro 2 dan gedung DPRD DIY yang nantinya juga akan dilakukan pemindahan.
Pun proses pembangunan fisik JPG dilakukan setelah kawasan tersebut steril sepenuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad