Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulunya Bernama Luxor, Tanah dan Bangunan Bioskop Permata Ternyata Milik Paku Alam, Bagaimana Statusnya Kini?

Amin Surachmad • Minggu, 14 Januari 2024 | 15:15 WIB

KOLONIAL: Gedung eks Bioskop Jogja di Jl Sultan Agung Jogja.
KOLONIAL: Gedung eks Bioskop Jogja di Jl Sultan Agung Jogja.

JOGJA - Bioskop Permata merupakan salah satu bioskop yang dahulu cukup terkenal di Jogja.

Bioskop yang berada di Jalan Sultan Agung Jogja ini dulu banyak jadi pilihan untuk menonton film.


Bioskop Permata awalnya bernama Bioskop Luxor.


Tanah dan bangunan yang dimanfaatkan untuk gedung Bioskop Permata merupakan milik Kadipaten Pakualaman. Kadipaten yang dipimpin oleh Paku Alam.

Letak gedung Bioskop Permata tidak jauh dari Puro Pakualaman. Istana dan tempat tinggal Paku Alam.


Gedung Bioskop Permata berada di sebelah barat Puro Pakualaman.


Gedung Bioskop Permata dibangun pada tahun 1946. Atau, sekitar setahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gedung tersebut memiliki model bangunan yang khas. Yakni, model bangunan kolonial dengan nok berundak.


Nok berundak tersebut tecermin dari bagian tangga yang ada di sebelah depan bangunan.

Gedung yang dipakai untuk Bioskop Permata itu disewa oleh Peredaran Film dan Eksploitasi Bioskop (Perfebi).

Saat Bioskop Permata tutup, tanah dan bangunan yang digunakan dikembalikan ke pemiliknya. Yakni, Paku Alam.

Baca Juga: Suplai Magma Masih Berlangsung, Gunung Merapi Luncurkan 9 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1,6 Kilometer

Kini gedung yang dulu dioperasikan sebagai Bioskop Permata, telah dipugar. Sejumlah bagian gedung diperbaiki.


Cat pada bagian luar gedung pun diperbarui. Gedung menjadi terlihat bersih dan indah.

Editor : Amin Surachmad
#Bioskop Permata