RADAR JOGJA - Kuota sampah Kota Jogja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dikurangi menjadi 155 Ton perhari. Pertengahan 2024 Kota Jogja diberlakukan desentralisasi pengolahan sampah.
Ketua Tim Kerja Penanganan Persampahan Kota Jogja, Mareta Hexa Sevana menambahkan pengurungan kuota dari TPA Piyungan dimulai dari awal bulan Januari. Selain itu skema di TPA Piyungan masih sama yaitu tiga hari buka dan sehari tutup.
Pihaknya menilai Pemkot Jogja sudah harus bergerak menuju desentralisasi pengolahan sampah. Karena mengingat TPA Piyungan yang tahun ini sudah di tutup total."(Buka) Hanya sampai 15 April 2024, setelah itu TPA Piyungan tutup total (sehingga) diberlakukan desentralisasi kabupaten dan kota," jelasnya.
Sampai hari ini Kota Jogja mendapatkan kuota ke TPA Piyungan 155 Ton perhari. Progres pengolahan sampah yang ada di depo masih terkendali. Selain itu, Pemkot Jogja melalui timnya melakukan sisir sampah di jalan-jalan setiap pukul 05.00 pagi. "Bahkan kalau diperlukan tambahan (patroli sampah) akan kami lakukan di sore atau malam hari," tandasnya.
Pihaknya mengatakan, progres untuk penanganan sampah di hulu tetap terus dilakukan. Di antaranya melalui kerjasama dengan bank BPD dan CSR lainya dalam pengelolaan sampah. "Edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pilah dan pilih sampah rumah tangga juga terus digaungkan," tuturnya.
Sebanyak 568 Bank Sampah organik dan anorganik juga telah diberi fasilitas dari DLH juga dari CSR. Pada tahun ini per kelurahan akan diberikan pendanaan untuk pengolahan sampah. "Update terakhir di TPST Nitikan sudah bisa mengelola sampah 30 Ton per hari. Tiga mesin pengolah sampah sudah berjalan semua," imbuhnya.
Pengolahan sampah di Karangmiri, Giwangan akan di-upgrade kembali. Pada tahun ini akan ada pembangunan jembatan menuju Karangmiri. Hal tersebut karena mengingat saat ini disana hanya bisa dilalui motor roda tiga sehingga kapasitasnya masih sedikit.
Setelah adanya jembatan, rencana target kuota sampah di Karangmiri menjadi kalau sudah ada jembatan 20 ton sampah kuota perharinya. "Harapanya di pertengahan tahun ini kita bisa mengolah sampah secara mandiri atau desentralisasi sampah," tandasnya. (cr5)
Editor : Heru Pratomo