Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuota Sampah ke TPST Piyungan Dikurangi Jadi 155 Ton Per Hari, Apa Langkah Antisipasi Pemkot Jogja?

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 12 Januari 2024 | 21:35 WIB
Penjabat Walikota Jogjakarta, Singgih Raharjo.
Penjabat Walikota Jogjakarta, Singgih Raharjo.

JOGJA - Kuota sampah Kota Jogja ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul dikurangi menjadi 155 ton per hari.

Pertengahan tahun 2024 Kota Jogja diberlakukan desentralisasi pengolahan sampah.

"Perkara sampah di Kota Jogja tak kalah menariknya dengan isu-isu lain."

"Setiap hari setiap minggu pasti ada update tentang sampah," ujar Penjabat Walikota Jogjakarta, Singgih Raharjo kepada Radar Jogja, (12/01/2024).

Sampai hari ini Kota Jogjakarta mendapatkan kuota ke TPA Piyungan 155 ton per hari.

Progres pengolahan sampah yang ada di depo masih terkendali.

Selain itu, Pemkot Jogja melalui timnya melakukan sisir sampah di jalan-jalan setiap jam 05.00 pagi.

"Bahkan kalau diperlukan tambahan (patroli sampah) akan kami lakukan di sore atau malam hari," tandasnya.

Pihaknya mengatakan, progres untuk penanganan sampah di hulu tetap terus dilakukan.

Di antaranya melalui kerjasama dengan bank BPD DIY dan CSR lainnya dalam pengelolaan sampah.

"Edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pilah dan pilih sampah rumah tangga juga terus digaungkan," tuturnya.

Sebanyak 568 bank sampah organik dan anorganik juga telah diberi fasilitas dari DLH juga dari CSR.

Pada tahun ini per kelurahan akan diberikan pendanaan untuk pengolahan sampah.

"Saya berharap di level kalurahan nanti ada pengolahan sampahnya," bebernya.

"Update terakhir di TPST Nitikan sudah bisa mengelola sampah 30 ton sampah per hari."

"Tiga mesin pengolah sampah sudah berjalan semua," imbuhnya.
 
Pengolahan sampah di Karangmiri akan di-upgrade kembali.

Pada tahun ini akan ada pembangunan jembatan menuju Karangmiri.

Hal tersebut karena mengingat saat ini di sana hanya bisa dilalui motor kendaraan roda tiga sehingga kapasitasnya masih sedikit.

Setelah adanya jembatan, rencana target kuota sampah di Karangmiri --kalau sudah ada jembatan-- menjadi 20 ton sampah kuota per harinya.

"Harapanya insyaAllah di pertengahan tahun ini kita bisa mengolah sampah secara mandiri atau desentralisasi sampah," tandasnya.

Karena mengingat TPST Piyungan yang tahun ini sudah ditutup total.

"(Buka) hanya sampai tgl 15 April 2024, setelah itu TPA Piyungan tutup total (sehingga) diberlakukan desentralisasi di kabupaten kota," jelasnya. (cr5)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Sampah