Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjadi 10 Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi ke Arah Kali Bebeng, Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 12 Januari 2024 | 12:18 WIB
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 10  kali guguran lava Gunung Merapi ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap Gunung Merapi periode pengamatan Kamis 11 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Volcanic Activity Report BPPTKG juga menyebutkan cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan cerah.

Angin bertiup tenang ke arah utara dan timur.

Suhu udara 17.2-29 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 871.5-918.9 mmHg.

Secara visual Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Sleman-Jawa Tengah terlihat jelas.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 125 m di atas puncak kawah.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Awan Panas #lava pijar