JOGJA - Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang kian masif tak ayal turut memiliki dampak terhadap banyak sub sektor. Termasuk, sektor pendidikan.
Dosen Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prayitno mengatakan, perkembangan teknologi saat ini memang memberikan dampak yang sangat besar terhadap perilaku dan juga identitas anak.
"Ini juga mempengaruhi proses menciptakan dan implementasi media belajar interaktif bagi anak-anak," katanya, Kamis (11/1).
Prayitno menyebut, anak-anak juga perlu dikembangkan keterampilan digitalnya secara berkala. Ini seiring dengan perkembangan teknologi dan masifnya konsumsi mereka akan konten-konten berbasis digital.
"Anak-anak saat ini termasuk generasi alpha, generasi yang lahir saat perkembangan teknologi berjalan pesat," sambungnya.
Dari situ, ia mengungkapkan bahwa memang ada perbedaan yang terjadi antara generasi alpha ini dengan generasi generasi sebelumnya.
Pada generasi saat ini, Prayitno mengungkapkan, media pembelajaran yang mendukung idealnya harus berbasis audio-visual, aplikasi. Atau, bahkan dapat disimak melalui internet.
"Tentu materi medianya juga harus membantu perkembangan anak, dan juga berdampak positif pada mereka, tidak bisa asal bikin," sebutnya.
Sebelumnya, salah seorang kreator mainan edukasi bagi anak bernama Guru Bumi membeberkan, proses identifikasi serta riset dan development (RnD) dalam menciptakan mainan interaktif anak membutuhkan proses yang amat panjang.
Guru Bumi mengaku, mereka tidak mau asal membuat produk. Harus jelas dan rinci mulai dari riset hingga positioning market.
Divisi kreatif Guru Bumi Ulfia Atmaha menyampaikan, bahwa untuk satu produk risetnya bisa berbulan-bulan lamanya.
Itu mulai dari tabulasi data dan penelitian untuk menunjang konten di produk, hingga konsultasi pada praktisi.
"Guru Bumi melibatkan akademisi hingga peneliti, mereka jadi narasumber saat riset hingga ada yang terlibat sebagai kontributor konten saat produksi," lontarnya.
Ulfia menambahkan, produk yang dihasilkan Guru Bumi selalu memiliki kedekatan personal dari pengalaman mereka sebagai kreator.
Hal tersebut diharapkan tidak saja jadi media belajar bagi anak. Tapi, ada pesan dan makna yang didapatkan.
"Tentu kualitas dan makna produk itu sangat penting, kami mempelajarinya dari para customer dan dikombinasikan dengan pengalaman dari kami selaku kreator," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad