JOGJA - Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA Paku Alam X sedang mempunyai gawe besar. Yakni, menggelar dhaup ageng putranya Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti.
Akad nikah dilaksanakan Senin pagi (10/1). Resepsi diselenggarakan dua hari hingga Kamis (11/1) hari ini. Banyak tamu undangan VVIP yang hadir.
KGPAA Paku Alam X merupakan pewaris takhta Kadipaten Pakualaman. Dia dinobatkan sebagai adipati pada 7 Januari 2016 di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman.
Sebelum dinobatkan, dia bernama Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo. Setelah dinobatkan sebagai Adipati Pakualaman bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X.
Penobatan berlangsung khidmat. Diawali abdi dalem yang membawa benda pusaka milik Kadipaten Pakualaman ke Bangsal Sewatama.
Tak lama berselang, KBPH Prabu Suryodilogo memasuki bangsal. Dia didampingi sang istri, Bendoro Raden Ayu Suryodilogo.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.
Kemudian, pembacaan keputusan dari Kawedanan Hageng Kasentanan Kadipaten Pakualaman.
Keputusan tersebut menyatakan KBPH Prabu Suryodilogo resmi menjadi Adipati Pakualaman dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.
Ada pula prosesi pelepasan keris yang dipakai KBPH Prabu Suryodilogo. Pelepasan dilakukan oleh KPH Notoatmojo.
Keris tersebut kemudian diganti dengan keris Kanjeng Kyai Bontit. Keris ini merupakan keris kebesaran Adipati Pakualaman.
Setelah memakai keris Kanjeng Kyai Bontit, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X duduk di singasana.
Sang Adipati kemudian membacakan sabda dalam bahasa Indonesia.
"Sebagai orang yang mendapat amanat untuk menjalankan tugas sebagai KGPAA Paku Alam X, saya sampaikan dengan jujur bahwa kewajiban yang akan saya laksanakan adalah tugas yang berat, karena saya akan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan," ucap KGPAA Paku Alam X.
Sebagai bagian dari penobatan, KGPAA Paku Alam X mengikuti kirab dengan menaiki kereta. Kirab dilaksanakan di sekitar Puro Pakualaman. Warga memadati jalan-jalan yang dilalui kirab.
Editor : Amin Surachmad