Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden Soekarno Berikan Piagam Kedudukan Untuk Sultan HB IX dan Paku Alam VIII, Begini Isi Lengkapnya...

Amin Surachmad • Kamis, 11 Januari 2024 | 14:06 WIB

SAHABAT: Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
SAHABAT: Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

RADAR JOGJA - Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman tak ragu bergabung dengan Republik Indonesia yang baru proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Kedua kerajaan itu menyatakan menjadi bagian Republik Indonesia pada 5 September 1945. Hal itu tertuang dalam Amanat 5 September 1945.

Amanat itu dinyatakan oleh Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam VIII.

Baca Juga: Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman Gabung Republik Indonesia, Ini Isi Amanat 5 September 1945 Oleh Sultan HB IX dan Paku Alam VIII

Presiden Soekarno pun memberikan penghargaan khusus. Sehari berselang, tepatnya 6 September 1945, Pemerintah Republik Indonesia memberikan Piagam Kedudukan yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 19 Agustus 1945.

Piagam tersebut ditujukan untuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII.

Berikut isi Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945.

Baca Juga: Ketika Sultan HB IX dan Paku Alam VIII Nyatakan Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman Bergabung Republik Indonesia

Piagam Kedudukan Sri Paduka Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono IX

Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan:

Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono, Senopati Ing Ngalogo, Abdurrahman Sayidin Panotogomo, Kalifatullah Ingkang Kaping IX Ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya,

Baca Juga: Kiprah KGPAA Paku Alam VIII: Pahlawan Nasional dari Kadipaten Pakualaman, Penjabat Gubernur Terlama di Indonesia

Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Yogyakarta sebagai bagian daripada Republik Indonesia.

Jakarta, 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia

Soekarno

---

Piagam Kedudukan Sri Paduka Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII

Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan:

Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII Ingkang Kaping VIII, pada kedudukannya,

Baca Juga: Film Klasik Legendaris ‘Home Alone’ Akan Diremake dalam Versi Korea, Seperti Apa Hasilnya...

Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Gusti akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Paku Alaman sebagai bagian daripada Republik Indonesia.

Jakarta, 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia

Soekarno

Editor : Amin Surachmad
#Kadipaten Pakualaman #Paku Alam VIII #keraton jogja #soekarno #Hamengku Buwono IX