RADAR JOGJA - Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman tak ragu bergabung dengan Republik Indonesia yang baru proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Kedua kerajaan itu menyatakan menjadi bagian Republik Indonesia pada 5 September 1945. Hal itu tertuang dalam Amanat 5 September 1945.
Amanat itu dinyatakan oleh Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam VIII.
Presiden Soekarno pun memberikan penghargaan khusus. Sehari berselang, tepatnya 6 September 1945, Pemerintah Republik Indonesia memberikan Piagam Kedudukan yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 19 Agustus 1945.
Piagam tersebut ditujukan untuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII.
Berikut isi Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945.
Piagam Kedudukan Sri Paduka Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono IX
Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan:
Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono, Senopati Ing Ngalogo, Abdurrahman Sayidin Panotogomo, Kalifatullah Ingkang Kaping IX Ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya,
Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Yogyakarta sebagai bagian daripada Republik Indonesia.
Jakarta, 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia
Soekarno
---
Piagam Kedudukan Sri Paduka Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII
Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan:
Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII Ingkang Kaping VIII, pada kedudukannya,
Baca Juga: Film Klasik Legendaris ‘Home Alone’ Akan Diremake dalam Versi Korea, Seperti Apa Hasilnya...
Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Gusti akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Paku Alaman sebagai bagian daripada Republik Indonesia.
Jakarta, 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia
Soekarno
Editor : Amin Surachmad