JOGJA - Kadipaten Pakualaman merupakan salah satu entitas budaya adiluhung di Jogjakarta. Pusatnya di Puro Pakualaman.
Hingga kini, Puro Pakualaman masih menjadi tempat tinggal keturunan Paku Alam I. Sekarang menjadi tempat tinggal Adipati KGPAA Sri Paduka Paku Alam X beserta keluarganya.
Di mana, Puro Pakualaman akannmengelar dhaup ageng Rabu (10/1) hari ini. Yakni, putra bungsu Adipati Paku Alama X yakninBPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti.
Baca Juga: Wilayah Kekuasaannya Hingga Adikarto, Ini Luas Puro Pakualaman yang Menjadi Istana Adipati Paku Alam
Dikutip dari jogjakota.go.id, Pangeran Notokusumo merupakan pendiri dari Kadipaten Pakualaman. Sang pangeran kemudian bergelar KGPAA Paku Alam I.
Pangeran Notokusumo lahir di Keraton Yogyakarta pada Rabu Wage 21 Maret 1764 (18 Pasa 1689 Tahun Jawa) dari pasangan Sri Sultan Hamengku Buwana I dengan garwa ampeyan Raden Ayu Srenggoro.
Baca Juga: Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Asia Kontra Iran, Timnas Indonesia Dibabat Lima Gol Tanpa Balas
Nama kecilnya yakni Raden Mas Harya Sujadi. Kemudian, bergelar Pangeran Notokusumo ketika dewasa.
Secara de jure, Pangeran Natakusuma menjadi pangeran merdeka sejak tanggal 29 Juni 1812.
Namun, secara de facto, baru tanggal 17 Maret 1813 diadakan kontrak politik antara Pangeran Natakusuma dengan pemerintah Inggris.
Baca Juga: Hasil Carabao Cup Semifinal: Middlesbrough menang 1-0 Atas Chelsea
Tanggal 17 Maret 1813 tersebut kemudian dipakai oleh Adipati Pakualam sebagai tanggal kelahiran Kadipaten Pakualaman (Pradnyawan, 2015: 28).
Sebelum diangkat menjadi adipati pertama Kadipaten Pakulaman, Pangeran Notokusumo berstatus Pangeran Miji.
Dia tinggal di wilayah sebelah timur Kali Code. Tempat itu dikenal dengan Kampung Notokusuman.
Kampung tesebut kemudian diberi pagar keliling yang pada akhirnya menjadi benteng dan ibu kota ketika dibentuk pemerintahan Kadipaten Pakualaman.
Puro Pakualaman dibangun dengan pola dasar yang sama yakni adanya istana raja, alun-alun, masjid, dan pasar (Pradnyawan, 2015:4).