RADAR JOGJA – Hasil proses lipat dan sortir surat suara Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) terdapat ratusan surat suara rusak. Yitu kebanyakan ditemukan semacam lubang yang seakan seperti bekas coblosan.
KPU Kota JogjaPetugas KPU Kota Jogja menemukan ratusan surat suara PPWP yang rusak. Surat suara yang rusak tersebut beragam dan variatif kerusakannya. Selain itu, ditemukan tinta cetakan yang sudah bleber dan lain sebagainya.
Menurut dia, di kolom kotak untuk mencoblos itu seperti ada titik yang tipis dan transparan yang kesannya seperti dicoblos. “Karena teman-teman takut dan berhati-hati, maka dilakukan sortir," tandasnya. "Penanda warna juga banyak ditemukan yang tidak sesuai.”
KPU Kota Jogja telah melakukan sortir dan lipat sesuai kriteria yang ditentukan KPU RI. Kriteria tersebut di antaranya hasil cetak warna surat tidak merata atau tidak jelas atau tidak terbaca atau banyak noda. Juga surat suara kusut atau sobek, warna penanda tidak sesuai dengan jenis pemilu, nama logo partai tidak lengkap atau jelas, logo KPU tidak jelas. Kemudian terdapat lubang di kolom nomor urut atau kolom foto atau nama pasangan sehingga surat suara terkesan sudah dicoblos, foto calon buram dan warna lambang partai tidak sesuai keputusan standar KPU.
Secara garis besar, lanjut dia, proses sortir dan lipat PPWP berlangsung lancar. “Ada penambahan jumlah pekerja sortir dan lipat agar lebih efektif dalam mengejar target penyelesaian yaitu totalnya 136 pekerja," tandasnya.
Surat yang rusak akan dilaporkan ke KPU DIJ dan akan dimintakan penggantinya secara berjenjang. Proses selanjutnya akan dipasrahkan ke KPU DIJ. "Karena banyak sekali yang rusak, kami akan menyortir kembali surat suara tersebut agar lebih tahu pastinya," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pekerja sortir dan lipat gudang KPU Kota Jogja Nurlita Sari mengaku, merupakan pekerja bagian pelipatan. Ibu separuh Bayu warga Tahunan tersebut menyampaikan progres pelipatan untuk PPWP kemarin adalah enam kardus surat suara dalam tiga hari, satu kardusnya berisi 2000 surat suara. Ia juga mengaku upah untuk PPWP belum diberikan. "Mungkin baru dirapatkan dan pencairannya kemungkinan hari ini atau besok. Katanya sedang rekapitulasi. Itu kan dilihat dari jumlah per orang nanti dapat berapa," tuturnya. (cr5/pra)
Editor : Satria Pradika