JOGJA - Menjelang prosesi Dhaup Ageng atau pernikahan agung BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti, persiapan dekorasi mulai dikerjakan. Sebanyak 70-an sumber daya manusia (SDM) dikerahkan untuk merangkai dekorasi ini.
Direncanakan, sebanyak 52 dekorasi bentuk umbul-umbul akan dipasang di kawasan Dhaup Ageng di Pura Pakualaman dan sekitarnya.
Ketua Koordinator Tim Artistik Dhaup Ageng Sita Adisakti mengatakan, dekorasi dan pendukungnya ini sejatinya tidak jauh berbeda dengan dekorasi saat putra sulung Adipati Pakualaman yaitu BPH Kusumo Bimantoro.
Hanya, aspek nuansa pada warna yang membedakan. Pada putra pertama Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam (PA) X itu dominan memakai warna hijau dan kuning.
"Kita temanya untuk kamar pengantin putra itu nuansa ada biru-birunya, putri ada salem-salem pink. Karena pengantin putranya suka warna biru," katanya ditemui di Kompleks Pura Pakualaman Senin (8/1).
Sitaningrum sapaan akrabnya itu menjelaskan suasana dekorasi mulai dari tenda dan sejumlah pernak-pernik dhaup ageng bisa dikatakan didominasi oleh warna biru.
"Bisa dilihat juga tempat tidurnya itu head bed itu batik indigo alami, kemudian bantal, bed runner juga warna biru indigo alami," ujarnya.
Adapun, untuk pembuatan dekorasi Dhaup Ageng Pakualaman 2024 ini memakai 400 papah janur atau daun kelapa, sekitar 50 lebih bambu untuk dirangkai menjadi penjor atau umbul-umbul, dan sekitar 70 gedebog pisang.
Kemudian ada beragam rangkaian bunga yang dipakai untuk dekorasi pelaminan maupun kawasan lokasi pernikahan.
Jenis-jenis bunga paling banyak dipakai adalah melati, roncehan, mawar merah, mawar putih.
"Ijab kemudian panggih dan resepsi pertama itu (nuansa) putih semua, kemudian resepsi yang kedua itu merah putih dan itu bunganya bermacam-macam krisan, lili, ada istilahnya gompi, ada andrabulan, yang jelas mawar merah, putih, salem untuk kamar putri," jelasnya.
Adapun, total sebanyak 52 umbul-umbul dengan tinggi 7-7,5 meter itu akan dipasang di kawasan lokasi dhaup ageng.
Terbagi 4 umbul-umbul di Kagungan Dalem Kepatihan lokasi pingitan calon penganten putri. Dan 4 umbul-umbul dipasang di Pura Pakualaman. Sisanya akan dipasang di sekitar kawasan Pura Pakualaman.
"Untuk umbul-umbul akan kita pasang nanti malam sekitar pukul 20.00 dengan jumlah 8 buah. Terus besok 18, umbul-umbul ini beda kalau masyarakat umum tidak ada gunungannya ini (ada gunungannya) inovasi kita," terangnya.
Sementara, ada total 70-an SDM yang terlibat merangkai dekorasi dhaup ageng. Terdiri dari 40-an penjanur, 6 perangkai bunga, supporting system 10 orang.
Mereka adalah tim dari Mayasari atau perhimpunan profesional penggemar dan pembuat rangkaian bunga nusantara yang sudah berdiri sejak 1967 di Yogyakarta.
Ditambahkannya, pada proses ijab kabul atau hari pertama acara tepat di 10 Januari nanti kedua mempelai akan memakai pakaian bernuansa putih.
Sementara di resepsi hari kedua atau 11 Januari keduanya akan menggunakan pakaian dengan corak merah putih.
Sementara, salah satu perangkai dekorasi Sarjono S mengaku memiliki kebanggaan tersendiri bisa terlibat dalam merangkai dekorasi pernikahan agung putra bungsu PA X.
Meski, dia juga pernah terlibat dalam merangkai dekorasi pada Dhaup Ageng Pakualamam 2019 lalu saat putra pertama PA X menikah. Hal ini menjadi nilai tersendiri karena merasa dipercaya terlibat kembali.
"Jelas kalau saya ada kebanggaan tersendiri bisa mengordinir pembuatan umbul-umbul dan lain-lain. Bisa dilibatkan dalam Dhaup Ageng lagi," katanya.
Menurut Buwang sapaan akrabnya itu, proses pembuatan dekorasi dengan jenis tertentu membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.
Baca Juga: Usai Diterpa Musibah, Pedagang Pasar Inis Purworejo Tegar dan Tetap Solid
Tak ada kesulitan berarti, karena rangkai dekorasi itu sudah kesehariannya juga.
"Kalau ritual khusus nggak ada, cuman kalau sudah jadi biasanya saya sendiri ada ritual khusus sebagai bentuk rasa syukur proses pembuatan dekorasi putra adipati pakualaman berjalan lancar," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad