JOGJA - Keistimewaan DIY sebagai entitas Kota Pariwisata maupun Kota Pelajar turut memberikan dampak positif terhadap beberapa sektor krusial. Salah satunya adalah industri pusat perbelanjaan.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY Surya Ananta mengatakan, secara umum kondisi 2023 memang banyak tantangan. Itu mulai dari gejolak tahun politik hingga persoalan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Namun, ia menilai hal-hal tersebut juga dibarengi dengan nilai positif dari banyaknya wisatawan dan pelajar atau mahasiswa yang berperan dalam pertumbuhan dan stabilitas industri belanja.
"Jogja ini kota pariwisata dan pelajar. Dua aspek ini seolah tidak terpengaruh isu global. Keduanya tumbuh dan berdampak positif pada sektor-sektor lainnya," katanya, Selasa (26/12).
Termasuk pada sektor industri perbelanjaan, Surya merinci, pada momentum akhir tahun pusat perbelanjaan banyak didominasi pengunjung muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ada pula kelompok keluarga.
"Keluarga juga market-nya besar. Banyak wisatawan luar kota ke Jogja, mereka spend uang di sini," sambungnya.
Lebih lanjut, Surya juga mengapresiasi uniknya Jogja karena pelajar atau mahasiswa yang masuk lebih banyak daripada yang keluar.
Hal tersebut turut berdampak pada meningkatnya aktivitas dan juga transaksi yang terjadi.
Sementara, dia menilai, pertumbuhan wisatawan sepanjang 2023 sudah sangat baik. Ada banyak transaksi serta investasi yang dilakukan.
"Operasional dan kegiatan semua sudah normal pasca pandemi, ini hal yang positif dan harusnya terus dijaga," pesannya.
Surya sendiri optimistis bahwa momentum pertumbuhan tersebut akan melebar ke hal-hal lainnya termasuk sektor ekonomi dan investasi.
Disebutnya, tahun politik juga bisa jadi momentum penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan stabilitas di semua sub sektor.
Capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut secara umum juga dirasakan dampaknya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogjakarta.
Kepala BEI Jogjakarta Irfan Noor Riza membeberkan, jumlah investor pasar modal di wilayah DIY secara bulanan terus mengalami pertumbuhan yang cukup siginifikan. Para investor tersebut banyak yang datang dari luar DIY.
Secara akumulatif, Irfan merinci, jumlah investor yang ada di DIY pada Januari 2023 lalu sebanyak 149.209 dan hingga November 2023 lalu berjumlah 183.765 investor.
"Setiap bulan selalu ada penambahan investor, jumlahnya bervariasi rentang 2.000 hingga 4.000 investor," paparnya.
Terkait proyeksi 2024 mendatang yang bertepatan dengan momentum politik, ia menilai para investor masih wait and see untuk bisa berinvestasi di wilayah DIY. Namun, ia optimistis potensi tersebut masih besar dan terjaga. (iza)
Editor : Amin Surachmad