RADAR JOGJA - Umat Nasrani di Jogjakarta tadi malam mulai melakukan ibadah Natal. Di Gereja Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Jogja, ribuan jemaat hadir dalam perayaan malam Natal kali ini. Mereka terlihat khusyuk saat melakukan peribadatan.
Pastor Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho mengatakan, rangkaian kegiatan malam Natal hingga Natal dilaksanakan dalam enam kali perayaan ekaristi. Diperkirakan akan diikuti sekitar 2.700 umat Katolik dalam setiap misa. Baik secara luring dan daring.
"Kami selalu koordinasi dengan polsek terkait keamanan dan ketertiban. Sementara dari panitia mempersiapkan hal-hal praktis dan teknis terkait peribadatan itu sendiri," ujarnya kepada wartawan kemarin (24/12).
Ia menjelaskan, tidak ada pembatasan bagi umat yang akan mengikuti misa Natal di tahun ini. Seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya saat masih pandemi Covid-19. Namun pihaknya tetap berhati-hati lantaran kasus Covid di sejumlah wilayah terindikasi meningkat. “Kami tetap menyediakan masker dan mengimbau untuk umat yang mungkin sedang tidak sehat agar menggunakan masker,” ucapnya.
Pada Natal tahun ini, Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru mengusung tema "Terang itu Bercahaya di dalam Kegelapan dan Kegelapan itu Tidak Menguasainya". Makna terang itu dipresentasikan sebagai kelahiran dan kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk menerangi hati umatnya.
Kegelapan yang dimaksud adalah adanya krisis sampah, kekeringan, hingga situasi politik menjelang Pemilu 2024 yang terjadi di berbagai daerah. "Situasi itu mengundang umat untuk bijaksana dalam menanggapi situasi tersebut dan menjadikannya sebagai harapan untuk masa depan yang cerah," tandasnya.
Semenara itu, untuk memberikan rasa aman kepada jemaat, aparat kepolisian melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada benda mencurigakan seperti bahan peledak di gereja-gereja yang dipakai untuk ibadah Natal. Di tiga gereja besar di Kota Jogja, robot surveilans milik Unit Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob (Satbrimob) Polda DIJ menyisir beberapa sudut ruangan. Pengecekan dilakukan bersama jajaran Polresta Jogja kemarin (24/12) siang.
Sterilisasi dilakukan di sejumlah gereja di Kota Jogja. Yakni Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Gereja Santo Albertus Agung Jetis, Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Gereja HKTY Pugeran, Gereja Santo Yusup Bintaran, Gereja Kristus Raja Baciro, dan Gereja Kumetiran.
Kepala Tim Penjinakan Bahan Peledak Satbrimob Polda DIJ AKP Hendro Purnomo mengatakan, sejumlah alat bantu disiapkan dalam pengecekan ini. Selain robot surveilans, juga ada alat pendeteksi dan penjinak bom, alat deteksi kimia biologi, dan radioaktif (KBR).
Ia menjelaskan, fungsi alat-alat itu untuk membantu petugas kepolisian melihat bagian-bagian yang sulit dijangkau. "Seperti di bawah-bawah kursi, sehingga kami lebih efisien dalam melaksanakan tugas," katanya kepada wartawan di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, kemarin (24/12).
Setelah dilakukan sterilisasi, Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru dinyatakan steril dari bahan-bahan peledak. Hendro menyebut, sterilisasi juga dilakukan di enam lokasi gereja lainnya di Kota Jogja. Ada juga di 20 gereja di Sleman, lima gereja di Gunungkidul, tujuh gereja di Kulon Progo, dan lima gereja di Bantul.
Di Bantul, lima gereja dilakukan sterilisasi jelang perayaan Natal, kemarin (24/12). Unit Jibom Satbrimob Polda DIJ turut diterjunkan. Pelaksanaan sterilisasi juga dilakukan oleh Satgasda Tindak Operasi Lilin Progo 2023 di wilayah Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul I Nengah Jeffry membenarkan ada lima gereja yang dilakukan sterilisasi dan dimulai dari Gereja Ganjuran. "Sterilisasi Gereja di Bantul dibantu oleh tim dari Unit Jibom Satbrimob Polda DIJ," katanya. Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif selama perayaan Natal 2023.
Jeffry mengatakan, sterilisasi dilakukan dengan menyisir seluruh area gereja. Dibantu dengan menggunakan metal detector serta mirror detector sebagai langkah antisipasi. "Situasi kondusif terjaga dan tidak ditemukannya hal-hal yang mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan," tambahnya.
Gereja yang disterilisasi adalah Gereja ST Santo Paulus Pringgolyan Banguntapan, Gereja Santo Yakobus Klodran, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bambanglipuro, Gereja Salib Suci Gunung Sempu Kasihan, dan Gereja Santo Theresia Gubug Sedayu. Titik terakhir yang dilakukan sterilisasi adalah Gereja ST. Santo Paulus Pringgolyan Banguntapan.
Romo Sugihartanto mengatakan, perayaan Natal esensinya mengajak menyambut Tuhan tidak hanya sekadar seremonial, upacara atau perayaan saja. Tetapi, Tuhan harus dihadirkan dari dalam hati setiap umat. "Untuk menjadi daya mewujudkan apa yang baik cita-cita dan perintah Tuhan untuk kita. Umat kristiani harus menjadi pelopor dan penggerak untuk kedamaian," tuturnya.
Di Magelang, Polresta setempat menggelar sterilisasi sejumlah gereja di wilayah hukumnya. Sterilisasi dilakukan bersama Tim Gegana Polresta Magelang dan TNI. Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa mengutarakan, sterilisasi ini dilakukan dalam rangka persiapan perayaan ibadah Natal.
Selain melakukan sterilisasi, Polresta Magelang juga melakukan serangkaian pola penjagaan di sejumlah gereja. Mulai dari menggandeng TNI, remaja gereja, hingga pengurus gereja. Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi apabila ada lonjakan jemaat yang berkunjung ke gereja.
Mustofa menambahkan, pengamanan gereja ini menjadi satu rangkaian dari kegiatan Operasi Lilin Candi yang digelar mulai 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. "Kami juga melakukan pengamanan terhadap jalur (lalu lintas) dan semua tempat ibadah yang melaksanakan perayaan Natal," jelasnya.
Dia menyebut, terdapat puluhan gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang. Namun, skala prioritas dilakukan pengamanan adalah terhadap gereja yang diprediksi dihadiri ratusan jemaat saat pelaksanaan misa. Seperti di Gereja Van Lith Muntilan.
Sementara itu, petugas keamanan Gereja Van Lith Muntilan Winarto menyebut, gereja itu mampu menampung sekitar 900 jemaat. Sementara di luar gereja, pengurus menyediakan tempat untuk 1.200 jemaat yang hendak beribadah. "Ada dua kali misa (kemarin), pukul 05.00 dan pukul 20.30. Kalau besok pagi (hari ini, Red), pukul 06.00 sama 08.00," sebutnya.
Di Purworejo, strerilisasi juga dilakukan terhadap gereja-gereja. Salah satu gereja yang dilakukan sterilisasi yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Gereja itu merupakan salah satu gereja yang memiliki jemaat cukup besar.
"Sterilisasi dilakukan untuk memastikan ibadah Natal oleh umat Kristiani dapat berjalan tenang dan khidmat," ujar Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo kemarin (24/12). Strerilisasi melibatkan TNI, Satpol PP dan Damkar Purworejo.
Sterilisasi dilakukan dengan melakukan deteksi dini, sebagai upaya pencegahan tindak kejahatan yang mungkin muncul. Adapun perlengkapan yang digiatkan yaitu K9, metal detector, dan mirror. "Ada 96 gereja di Kabupaten Purworejo. Yang misa malam ini ada 47 gereja. Kami terjunkan sekitar 390 personel untuk melakukan pengamanan di gereja-gereja," sebutnya.
Romo Paroki Santa Perawan Maria Purworejo Paulus Pratanda, MSC menyampaikan, di natal kali ini, gerejanya akan mengadakan misa sebanyak empat kali. Untuk Minggu (24/12) malam akan mengadakan misa dua kali yaitu pukul 18.00 dan 20.00. "Perkiraan setiap misa ada sekitar 400 umat," katanya. (tyo/rul/aya/han/laz)
Editor : Satria Pradika