JOGJA - Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2023, Perempuan Berkebaya Indonesia mengajak perempuan buruh gendong Pasar Beringharjo, Jogjakarta mengikuti fashion show dan pentas angklung di kawasan Pasar Beringharjo.
Perempuan Buruh Gendong dianggap sebagai cerminan atau lambang perempuan-perempuan tangguh pejuang keluarga.
Perembuan buruh gendong tersebut dilibatkan pentas grup angklung dan menjadi peserta fashion show.
"Kami memilih mengadakan fashion show karena kami melihat para ibu sudah jarang memakai kebaya. Kami berencana mempromosikan kebaya itu melalui fashion show ini," tandasnya.
Margaretha menyampaikan bahwa dalam proses persiapan, pihaknya hanya memanfaatkan waktu selama dua minggu.
Dalam dua Minggu tersebut dilakukan empat kali pertemuan untuk latihan angklung di pendopo komplek Kepatihan, Jogjakarta.
"Itupun tidak bisa lama karena mereka bekerja. Jadi cukup susah untuk mengumpulkan ibu-ibu latihan karena terkendala waktu," ujarnya.
Penasihat Paguyuban Buruh Gendong Pasar Beringharjo, Suyatni menambahkan bahwa mereka diajak pentas angklung oleh Perempuan Berkebaya Indonesia.
Pada awalnya mereka merasa minder karena belum pernah diajak untuk main angklung apalagi mementaskannya.
"Ya beginilah, buruh gendong itu kalau diajak kaya gitu kemungkinan mesti minder," tuturnya.
Para perempuan buruh gendong tersebut mayoritas tidak bisa bermain angklung.
Tapi setelah melakukan latihan beberapa kali akhirnya mereka mulai bisa.
Baca Juga: Siap-siap Mudik! Biar Biaya Mencukupi, Kalian Harus Simak Tarif Tol Jakarta - Yogyakarta saat Libur Nataru 2023/2024
"Kami selalu disemangati oleh ibu-ibu Perempuan Berkebaya dan kami pun jadi semangat untuk latihan," ujarnya.
Suyatni menjadi buruh gendong di Pasar Beringharjo sejak tahun 1988 hingga saat ini.
Ia juga memaknai peringatan Hari Ibu tersebut dengan mengajak selalu mengingat jasa ibu yang sangat berharga untuk anak dan keluarganya.
Baca Juga: Jalur Menuju Gua Hira Bakal Dirombak, Ini Alasan dari Pemerintah Arab Saudi
"Saya sehari-hari jadi buruh gendong di Pasar Beringharjo untuk mencari nafkah dari tahun 1988 hingga sekarang," tandasnya.
Dalam gelaran acara tersebut semua ibu-ibu yang terlibat memakai kebaya yang dipadankan dengan kain batik.
Untuk motif kain batiknya adalah 'Mbok Jum' yang terinspirasi dari Ibu Buruh Gendong.
"Kebaya dan kain itu identik dengan perempuan dan kelembutan, cinta dan ketulusan juga semangat yang besar," kata Margaretha. (cr5/iwa)