Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nataru, Persewaan Motor di Jogja Laris Manis, Lebih Praktis dan Murah untuk Menjangku Objek Wisata

Khairul Ma'arif • Rabu, 20 Desember 2023 | 03:19 WIB

 

 

RAIH UNTUNG:  Suasana rental motor Jingga dan FRent Jogja. Permintaan sewa motor meningkat drastis dibanding hari-hari biasa
RAIH UNTUNG:  Suasana rental motor Jingga dan FRent Jogja. Permintaan sewa motor meningkat drastis dibanding hari-hari biasa
.

 

JOGJA - Wisatawan yang datang menggunakan tranportasi umum ke Kota Jogja, mayoritas manfaatkan jasa penyewaan motor untuk mengunjungi destinasi wisata di DIJ. Oleh karena itu, dewasa ini penyewaan motor tidak bisa dipisahkan dari industri pariwisata daerah berjuluk kota pelajar itu.

Momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) sudah di depan mata. Kali ini menjadi momen kebangkitan industri persewaan motor di Kota Jogja sebagai penopang wisatawan untuk berkeliling. Itu lantaran jumlah permintaan sewa meningkat drastis dibanding hari-hari biasa dan juga dibanding momen Nataru sebelumnya.

Owner FRent Jogja yang berlokasi di Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja Samsul Anam membeberkan motor di tempatnya sudah full booked semuanya. Utamanya pada momen Natal dan tahun baru yakni sekitar 25 Desember dan 31 Januari. Nataru kali ini meningkat dibanding momen yang sama di tahun lalu.

Apalagi dibandingkan dengan hari-hari biasa pada umumnya. "Nataru itu kan dari 23 sampai 1 Januari yang sudah booking itu sekitar 75 persen tapi hari-hari tertentu sudah ada yang full booked," bebernya Senin (18/12). Di persewaannya motor yang diminati yang biaya sewanya mahal. Seperti Vespa matic dan Vario 150.

Total ada 40 unit motor di FRent Jogja dan hanya tinggal sisa dua unit yang belum dibooking untuk 23-25 Desember. Dia berharap momen seperti Nataru ini bisa berkelanjutan, sehingga tidak hanya satu momen saja ramainya. Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir ini Samsul mengamati wisatawan hanya terlokalisasi pada satu waktu saat ke Kota Jogja.

Setali tiga uang, sewaan motor Transip Jogja juga sama. Banyak yang sudah booking untuk menyewa motor di tempatnya. Tetapi, tidak semuanya dibooking karena ada beberapa unit yang disisakan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Owner Monic Akbar Wijaya mengatakan, di tempatnya dari 24 hingga 31 Desember sudah full booked sebanyak 30 unit motor. Di tempatnya, motor matic menjadi primadona para penyewa untuk dipilih. Selain itu, motor-motor versi terbaru juga banyak diminati. "Konsumen mikirinya gini, selagi kita nyewa kita nyobain deh motor yang belum pegang, seperti Vespa matic," tuturnya.

 Baca Juga: Mahasiswa AMIKOM Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Teknik Fotografi dan Videografi di Desa Wisata Brongkol Argomulyo

Menurutnya, wisatawan sudah tidak mikir lagi uang yang dikeluarkan karena memang momennya liburan. Kondisi Nataru kali ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Monic menilai, tahun lalu tidak sebanyak ini karena pemerintah menentukan liburnya tidak banyak dibanding tahun ini.

 

Dia mengaku, kondisi ramai sekarang bisa saja berubah dalam waktu yang singkat. Itu disebabkan berdasarkan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pergerakan wisatawan. "Kami kenaikannya 50-60 persen saat Nataru dibanding hari-hari biasa," ucapnya.

 

Namun, apabila dibanding Nataru edisi tahun lalu kenaikannya mencapai 100  persen. Momen Nataru ini juga mempengaruhi harga sewa motor di Transip Jogja. Kenaikan harga sewanya mencapai sekitar kurang lebih 50 persen.

 

Monic menuturkan, harapannya dari pemerintah selalu memperdulikan nasib pelaku wisata. Khususnya dari Pemkot Jogja agar lebih memperhatikan pelaku wisata seperti penyewaan motor. "Diopeni lebih bagus lagi, tidak dibiarin aja kemarin sudah terlihat waktu Covid-19 dampaknya," ungkapnya.

 

Ada juga dari penyewaan motor WS Rental yang juga mengalami peningkatan 100  persen dibanding tahun lalu. Itu lantaran karena tahun lalu masih terdampak pembatasan adanya Covid-19. Admin WS Rental Ari Soepatmo mengatakan, mulai minggu ini sudah mulai meningkat. "Jadi motor jalan, pulang langsung ke luar lagi," tuturnya.

 

Setidaknya ada 64 unit motor yang tersedia dan semuanya full booking. Motor-motor matic seperti Beat Genio diminati karena harganya yang murah ditambah pas untuk keliling di kota. Kenaikan pesanan juga berdampak pada biaya sewa yang naik menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per hari.

 

Padahal di hari biasa ada yang Rp 70 ribu sehari. Dibanding hari biasa tanpa ada momen Nataru, WS Rental hanya ramai ketika akhir pekan saja. Meningkatnya pesanan juga berdampak ke peningkatan omzetnya yang mencapai 100  persen.

 

Ada juga Owner Jingga Rental Motor Arif Hani Susanto yang sangat bersyukur adanya Nataru kali ini. Itu lantaran peningkatannya yang cukup signifikan dibanding weekday. Menurutnya, yang tanya-tanya saat weekday itu sekitaran 30 konsumen.

 

Sedangkan, saat Nataru ini sudah ada yang tanya-tanya dari dua bulan sebelum momen tersebut. "Unitnya 110 motor sudah tidak ada sisa untuk 22-31 Desember," katanya. Menurutnya itu berdasarkan booking yang sudah dilakukan oleh para konsumennya.

 

Namun, dia mengeluhkan kondisi ramainya hanya saat seperti Nataru sekarang ini. Apabila pada hari-hari biasa persewaannya sangat sepi dari penyewa. "Kalau hari biasa ya keluh kesahnya kalau weekday sepi banyak yang nawar," katanya. (rul/laz)

Editor : Din Miftahudin
#nataru #Pariwisata #rental motor