JOGJA - Menjelang liburan Natal dan tahun baru (nataru) potensi wisatawan yang masuk ke destinasi wisata diprediksi meningkat.
Satpol PP DIY pun melakukan mitigasi jatuhnya korban. Khususnya, di destinasi kawasan pantai. Dengan mengerahkan personel penjagaan di di pinggir pantai sepanjang 166 kilometer selama nataru.
Plt Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, terkait dengan keamanan pihaknya mengerahkan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI). Petugas SRI akan dikerahkan melakukan pengamanan di kawasan pantai selatan.
"Kami akan melaksanakan pengamanan di obyek wisata khususnya wisatawan di pinggir pantai selama nataru," katanya Sabtu (16/12).
Noviar menjelaskan pantai yang akan diamankan sepanjang 166 kilometer. Pantai menjadi salah satu objek wisata yang berpotensi dikunjungi banyak wisatawan selama nataru.
"Apalagi akhir tahun diperkirakan itu gelombang akan naik. Ya kita berharap tidak ada korban, ya," ujarnya.
Adapun jumlah relawan yang ada di DIY sebanyak 328 orang atau ada 24 komunitas. Namun, pihaknya belum memastikan jumlah personel yang akan dikerahkan untuk penjagaan pinggiran pantai.
Selain pantai, juga ada 33 objek wisata seperti Waduk Sermo dan sekitar Merapi yang akan dilakukan pengamanan selama nataru nanti.
Kendati begitu, masyarakat diminta agar mengikuti imbauan petugas yang ditempatkan di setiap objek wisata nanti. Terutama dalam hal keselamatan.
Paling khusus yakni Pantai Parangtritis. Sebab, terkait adanya palung pasir yang diklaim sangat berbahaya.
"Jadi pantai selatan jangan disamakan pantai utama yang memang aman tapi pantai selatan sebagian besar berbahaya semua. Kami imbau wisatawan untuk tidak menganggap sepele imbauan petugas karena taruhannya nyawa," jelasnya.
Dengan demikian, para wisatawan juga diimbau untuk tidak berenang di pantai selatan yang berbahaya.
"Itu yang kami wujudkan tanggal 20 (Desember) besok rencana akan apel siaga yang melibatkan tni, polri, relawan untuk ikut satlinmas rescue istimewa," tambahnya.
Sebelumnya Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Kurniawan mengatakan, sebelum nataru tiba akan melakukan riksa uji keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sampling objek wisata di seluruh kabupaten/kota.
Riksa uji menjadi penting dalam rangka mengantisipasi lonjakan wisatawan di destinasi wisata saat Nataru nanti. Sehingga untuk memastikan laik pakai wahana di objek wisata. Terlebih, instansi ini menargetkan 800 ribu hingga 1 juta wisatawan berkunjung ke DIY pada akhir tahun.
"Kami akan cek seperti lift, kemudian wahana yang terbilang ekstrem. Memang tidak semua (destinasi wisata dicek). Tapi akan kami ambil sampel yang prioritas, risiko cukup tinggi itu yang kemudian akan kita pilih," katanya. (wia)
Editor : Amin Surachmad