Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Bahaya dan Dampak Buruk Sodium Lauryl Sulfate (SLS) pada Kulit Bayi

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 14 Desember 2023 | 04:10 WIB
dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A (Foto: istimewa)
dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A (Foto: istimewa)

JOGJA - Mungkin istilah SLS atau Sodium Lauryl Sulfate sudah sering kali terdengar. Tetapi, apa pengertian dari SLS? Apakah sangat berbahaya untuk bayi? Lalu, apa saja dampak buruk yang dapat ditimbulkan SLS pada kulit bayi?

SLS itu merupakan senyawa yang terkandung di banyak perawatan badan atau pembersih. SLS merupakan suatu agen yang bisa berfungsi membersihkan bersifat cleansing agent dan foaming agent suatu emulsifier.

''Biasa digunakan di produk-produk perawatan badan, produk pembersihan karena kebanyakan kandungan minyak dan kandungan air yang berfungsi untuk membersihkan,'' ujar dokter spesialis anak dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A bersama Doodle Exclusive Baby Care, Rabu, 13 Desember 2023.

SLS mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan mimiliki kemampuan menciptakan busa yang banyak serta dapat menyatukan bahan yang tidak bisa tercampur. Apabila minyak dan air tidak bisa bergabung di sinilah SLS berfungsi untuk menyatukan zat tersebut.

''Kalau produk perawatan bayi masih banyak ditemukan adanya kandungan SLS di antaranya shampoo, sabun, deterjen, pasta gigi. Masih banyak produk yang mengandung SLS,” terang Debby.

SLS dapat membuat kulit bayi menjadi iritasi dan membuat kelembapan kulit bayi hilang dan menjadi kering sehingga mampu merusak lapisan minyak pada kulit bayi karena kulit bayi yang sensitive.

Apabila lapisan minyak pada kulit bayi sudah rusak karena produk yang mengandung SLS akan meningkatkan terjadinya exim atau alergi, iritasi serta ke depannya akan terjadi kerusakan lapisan minyak semakin tambah parah.

“Akibat dari penggunaan produk yang memiliki kandungan SLS akan membuat kelembapan kulit bayi akan hilang. Lapisan minyak pada kulit bayi merupakan salah satu barrier pada bayi sehingga jika perlindungan bayi akan hilang akan gampang terkena iritasi atau infeksi dari luar,” ungkapnya.

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret ini menerangkan jika SLS untuk Kulit bayi dan kulit dewasa sangat berbeda. Bahkan kulit bayi dan kulit anak sudah berbeda apalagi kulit bayi dengan dewasa.

Untuk itu, anak usia di bawah 5 tahun memiliki kulit yang lebih sensitive dibandingkan kulit dewasa. Untuk itu diharapkan untuk memperhatikan produk yang tidak mengandung SLS.

Kulit yang sangat sensitive usia di bawah 5 tahun, lapisan paling luarnya 40 hingga 60% dibandingkan dengan orang dewasa. Dari situ tergambarkan betapa sensitifnya anak di usia di bawah 5 tahun sehingga apabila memberikan perawatan. Tidak bisa mencegah untuk tidak menggunakan produk-produk perawatan pada anak. Sehingga diharapkan untuk memperhatikan produk yang digunakan anak tidak mengandung SLS.

Ditambahkan Debby, adapun gejala atau tanda iritasi akibat penggunaan produk yang mengandung SLS di antaranya kulit menjadi merah-merah, karena kulit akibat iritasi munculnya peradangan.

Karena hal tersebut membuat anak menjadi tidak nyaman Kulit kering menyebabkan gatal. Kalau sudah gatal anak akan menjadi sering menggaruk. Karena garukan tersebut menyebabkan luka sehingga bisa masuknya bakteri dan virus. Jangka panjangnya akan menjadi infeksi lebih lanjut.

Untuk menghindari hal tersebut, ada alternatif produk perawatan yang aman untuk bayi. Saat ini sudah banyak produk-produk yang mencantumkan tidak mengandung SLS. Untuk itu perlu ditambahkan produk-produk untuk melindungi barrier kulit. Karena barrier kulit penting sekali untuk kulit bayi untuk menjaga kelembapan yang mengandung glycerin.

''Kemudian ada zat lain yang bisa digunakan Colloidal oatmeal yang berfungsi untuk mencegah suatu inflamasi atau peradangan. Skincare yang digunakan untuk melindungi skin barrier kulit bayi adalah produk yang mengandung glycerin dan Colloidal oatmeal,” tandasnya. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#skincare #kulit bayi