RADAR JOGJA - Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan memastikan pihaknya memberikan atensi atas kasus peretasan gawai dan WhatsApp milik Butet Kartaredjasa.
Diawali dengan mengirim tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda DIY pada Sabtu (9/12).
Hasilnya ada dugaan peretasan dan akses ilegal terhadap gawai maupun WhatsApp milik Butet Kartaredjasa.
Suwondo juga membenarkan bahwa timnya turut berperan dalam mengembalikan aksesbilitas gawai dan WhatsApp Butet Kartaredjasa.
Selain itu, juga ada temuan percobaan mengakses dari perangkat elektronik lainnya. Hanya saja kasus ini masih didalami oleh tim gabungan.
“Kita lihat status beliau di salah satu medsos kan kita sudah kenal dan memang sering komunikasi. Kita cek, kita kirim (tim) akhirnya untuk cek ada apa untuk dibantu mengembalikan kembali untuk WA tersebut,” jelas Suwondo ditemui di Jogja Gallery, Kota Jogja, Senin (11/12).
Terkait akses ilegal, Suwondo menegaskan peristiwa berbeda. Dari hasil penyelidikannya ada dua peristiwa yang terjadi.
Pertama adalah peretasan gawai dan WhatApp Butet Kartaredjasa sejak Sabtu dini hari. Setelahnya ada upaya penggunaan akun ketika masih dalam peretasan.
Jenderal Polisi Bintang Dua ini memastikkan timnya tetap melakukan penyelidikan. Guna mengetahui pelaku peretasan dan penggunaan akses secara ilegal.
Baca Juga: Yuasa Satria B Berhasil Sabet Juara di Ajang Kejurkab Sleman Korfball
Diketahui Butet Kartaredjasa juga sempat mengunggah adanya akun WhatsApp atas namanya selama peretasan berlangsung.
“Hasil penyelidikan kita dua peristiwa. Ada yang gunakan akses ilegal, untuk itu sedang dilihat tim untuk akses ilegal itu seperti apa, ini sedang penelitian. Untuk awal tidak bisa diakses WA-nya. (Saya) telepon lalu saya kirim (tim) untuk lihat jangan sampai ada akses ilegal dan sebagainya karena penipuan seperti itu banyak sekali. Itu jadi concern kita Polda antisipasi penipuan,” katanya.
Baca Juga: MagIS Wajib Steril Selama Renovasi, Kantor UPT Stadion hingga KONI Sleman Cari Tempat Baru
Ditemui di lokasi yang sama, Butet menjelaskan bahwa gawai dan WhatsApp miliknya sudah kembali.
Untuk gawai mulai terakses pada Sabtu pagi, sementara untuk WhatsApp pada Minggu siang (11/12). Hanya saja sejumlah data miliknya yang hilang tak bisa kembali.
“Banyak yang mau terkecoh. Belum melakukan penipuan tapi sudah dipakai ngontak temen. (Dokumen hilang) masih nyimpen dokumen, kan aku ada i-cloud,” ujarnya. (dwi)