RADAR JOGJA - Jogja kehilangan lagi sosok seniman seni rupa. Setelah sebelumnya sang maestro lukis Djoko Pekik, kini giliran dari dunia komik. Mail Sukribo, 47, sang komikus meninggal dunia. Pencipta tokoh karakter komik strip berjudul Sukribo yang kerap menghiasi halaman salah satu koran nasional tutup usia.
Mail Sukribo menghembuskan napas terkahirnya pada Minggu dini hari pukul 02.55 WIB, (26/11). Jenazah disemayamkan di rumah tinggalnya Dusun Ngemplak, RT/RW 001/007, Caban, Tridadi, Sleman. Kemudian diberangkatkan pukul 10.00 WIB menuju Dukuh Komprakan, Boyolali, Jawa Tengah untuk dimakamkan.
Pria berambut ikal yang merupakan ayah dari dua orang putera Muhammad Dhimas Alghifari Perdana dan Faza ini sempat menjalani rawat inap di RSUP Sardjito, Sleman dengan sakit komplikasi. Sebelum kepergiannya, cukup santer kabar di grup sosial media bahwa sang komikus membutuhkan transfusi darah sebanyak delapan kantong dengan golongan O. Terpisah, dari pihak keluarga, sempat mengadakan pengajian doa bersama Yasinan di kediamannya pada (7/11) lalu.
"Sugeng tindak Mas Mail Sukribo semua jasa baikmu akan kami kenang, suka maupun duka", kata Nawank Crossline yang juga seorang komikus saat mengenang almarhum. Sosok Mail Sukribo cukup akrab dengan para rekan serpofesi dan junior-juniornya. Dia sempat membuat studio komik bernama Sebikom singkatan dari Sedang Bikin Komik. Lalu mengajak adik-adik tingkatnya untuk berturutserta berkarya bersama membuat komik.
Selain itu, alumnus jurusan Desain Interior, ISI Jogjakarta ini juga cukup aktif dalam dunia seni rupa. Beberapa pameran seni rupa pernah ia ikuti. Di dunia pertemanan, banyak perupa yang nampak akrab dengannya. Sosol Mail cukup jenaka dan usil, namun kritis. Sehingga membuat para seniman merasa kehilangan."Kita kehilangan sosok kartunis atau komikus yang cerdas secara visual, kritis secara substansial, dan tetap memberi porsi humor secara proporsional", kata Kuss Indarto seorang kurator seni rupa dari Jogja yang pernah bekerja di Galeri Nasional, Jakarta.
Mengenang komik Sukribo tak terlepas dari acara pameran tunggalnya pada Januari 2014. Bertajuk Satu Dekade Sukribo dengan Judul Menyisir Sukribo Menyisir Indonesia. Pameran itu suskes digelar di Bentara Budaya Yogyakarta di bilangan Kotabaru, Jogja. Karya-karya komik stripnya syarat satir namun jenaka. Sukribo mengkritisi situasi politik, sosial, dan berbagai fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan metafora penggambaran kehidupan ala Jogja. Baik dari karakter-karakter tokoh komiknya, setting tempat, dan atribut-atribut yang dikenakan. Sukribo berhasil menyajikan kritik yang membangun yang jenaka. Semua divisualkan dengan cita rasa kelokalan Jawa-Indonesia.
"Karya-karya Mail Sukribo banyak mengkili-kili kesadaran kritis publik dengan tetap mengedepankan aspek humor yang cerdas", jelas Kuss Indarto yang juga pernah bekerja sebagai kartunis di salah satu koran lokal Jogja. Terhitung kurang lebih 20 tahun komik Sukribo aktif di media massa. Komik Sukribo pertama muncul pada tahun 2003. Beberapa tokoh karakternya yang kerap muncul antara lain Sukribo, Ridan, dan Pak Lurah. Selamat jalan dengan damai, semoga karakter komik Sukribo tetap abadi. (hep/din)