Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Art For Children's Launching Buku Antologi Puisi Gendhing Alun Yogyakarta, Bukti Eksistensi Sastrawan Muda

Amin Surachmad • Jumat, 24 November 2023 | 03:04 WIB
KOLABORASI: Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Purwiati saat peluncuran buku berjudul Gendhing Alun Yogyakarta. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)
KOLABORASI: Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Purwiati saat peluncuran buku berjudul Gendhing Alun Yogyakarta. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)

 

JOGJA - Puisi merupakan salah saru karya seni yang sangat "akrab" dengan kehidupan. Puisi menjadi senjata yang kuat untuk memberikan pengaruh bagi terciptanya perubahan kebudayaan manusia zaman sekarang.

Mengingat hal tersebut, Sekolah Puisi Yogyakarta Arts For Children Sastra Taman Budaya Jogjakarta hadir memberikan ruang bagi anak- anak dan generasi muda untuk mengakrabi sastra. Sekaligus, meluncurkan buku Gendhing Alun Yogyakarta. 

Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Purwiati menyampaikan, acara ini merupakan bentuk perayaan bersama setelah sepuluh bulan berlatih. Anak-anak dengan gembira berani tampil di atas panggung. Hal tersebut juga sebagai uji kompetensi selama pelatihan.

"Selamat atas karya bukunya. Semoga anak-anak tetap semangat berlatih di tahun besok, kami sangat terharu dan sangat bangga atas pencapaian anak-anak tersebut," ujarnya.


Di kelas AFC Sastra, anak-anak diajarkan teknik menulis dan cara mengembangkan imajinasi kreatif. Setelah belajar selama sepuluh bulan, siswa diberikan panggung untuk belajar percaya diri membawakan karyanya sendiri dihadapan banyak orang.


Tahun lalu kelas sastra AFC TBY mempunyai sebanyak 40 anak. Paada tahun ini siswa bertambah menjadi 80 anak. Itu menjadi bukti bahwa anak-anak yang senang dengan sastra di Jogja masih banyak.

"Siswa yang masuk di kelas sastra bervariatif umurnya. Mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 1 SMA," jelas Instruktur Kelas Sastra AFC Evi Idawati.


Dalam buku Gendhing Alun Yogyakarta tersebut, semua siswa wajib menuliskan karyanya. Dalam proses kepenulisan, instruktur mengajarkan bagaimana mendapatkan momentum puitik kepada anak-anak. Lalu para instruktur dan asisten mengarahkanya kedalam satu tema.

"Buku tersebut merupakan buku puisi yang orisinal, jujur, dan berani. Garis besar puisi yang ditulis anak-anak berangkat dari pandangan mereka dalam melihat hal yang sederhana di kehidupannya. Seperti hujan, mimpi, bulan, dan lainya," tambahnya.


Untuk menandai akhir masa pembelajaran pada tahun 2023, para siswa menampilkan karya-karya mereka dalam sebuah pertunjukan kolaborasi Gendhing Alun Yogyakarta.

Karya yang dikemas sebagai reportoar dalam tiga puluh menit tersebut menampilkan pembacaan puisi dari karya anak-anak yang tergabung di buku kumpulan puisi mereka sendiri.


Dalam pertunjukan yang sukses digelar tersebut, para siswa menampilkan keragaman puisi yang dipanggungkan dengan ritme dan gaya pembacaan yang berbeda. Itu juga yang menjadi salah satu kelebihan dari pertunjukan.


Evi Idawati berharap acara seperti ini selalu ada. Wadah untuk berproses anak-anak yang senang dengan dunia sastra tersebut agar bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Semoga sastra di Jogja dapat selalu berkembang, ini adalah salah satu upaya untuk mengenalkan sastra sejak dini," tandasnya. (cr5)

Editor : Amin Surachmad
#Antologi Puisi #generasi muda #taman budaya