RADAR JOGJA - Hujan sudah mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kota Jogja dalam rentang waktu sebulan terakhir.
Kesiapsiagaan mulai dilakukan oleh pemerintah kota (pemkot) untuk antisipasi bencana alam seperti banjir ataupun tanah longsor.
Talud atau tanggul sungai serta saluran air hujan atau drainase menjadi perhatian utama untuk diperbaiki. Tentunya sebagai antisipasi terjadinya kemungkinan yang merugikan warga.
Pejabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyampaikan, menjelang memasuki musim penghujan, antisipasi yang dilakukan berkaitan dengan tanggul di sungai.
Menurutnya, sudah ada beberapa yang diperbaiki untuk mengantisipasi terjadi hujan tinggi.
"Kemudian debit air meningkat, mengantisipasi supaya tidak masuk ke warga kami perbaiki. Jadi perlindungan terhadap warga yang utama," bebernya, Kamis (23/11).
Dia mengaku, perbaikannya dilakukan karena sudah mulai masuk musim penghujan. Walaupun disadari juga belum konstan curah hujannya.
Sejumlah titik di Kota Jogja sempat mengalami curah hujan yang tinggi. Akibatnya sejumlah ruas jalan ada genangan.
Tetapi Singgih mengklaim genangan itu hanya beberapa saat kemudian hilang.
Oleh karena itu, tanggul dan drainase dilakukan pengecekan lebih lanjut. Sementara untuk drainase dilakukan pembersihan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja.
"Selain tanggul kami cek saluran air hujan dan dilakukan pembersihan yang kira-kira menghambat dibersihkan," tambah Singgih.
Baca Juga: MA Benarkan Keputusan Gusti Prabu Tak Mengesahkan dan Melantik Kepengurusan PMI Kota Jogja
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainasi DPUPKP Kota Jogja Rahmawan Kurniadi menambahkan, ada 14 titik tanggul sungai yang menjadi perhatian.
Sepuluh di antaranya dilakukan perbaikan karena kerusakan sedangkan empat sisanya merupakan pembangunan dengan mengubah strukturnya.
Sebanyak 10 titik yang diperbaiki karena kerusakan berada di Muja-muju, Rejowinangun, Gambiran Utara, Wirobrajan, Gedongkiwo, Bener, Gambiran Selatan, Prenggan, Jagalan, dan Kricak.
"Itu kerusakan, jadi ada longsoran waktu musim hujan akhir 2022 hingga awal 2023 jadi akibat musim hujan sebelumnya perbaikannya kami lakukan di tahun 2023 itu di 10 titik," ungkapnya.
Sebanyak 10 titik itu hanya dilakukan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan.
Baca Juga: Pengawas Emban Misi Mengawal Integritas Pemilu, Bawaslu Gunungkidul Gelar Apel Siaga
Sementara empat titik lainnya murni dilakukan pembangunan tanggul. Bukan karena disebabkan kerusakan. Kurniadi menyebut, itu merupakan dukungan sebagai penataan kawasan. Keempatnya berada di Pringgokusuman, Terban RW 01, Terban RW 06, dan Pakuncen.
Menurutnya, di Kota Jogja masih ada talud atau tanggul yang struktur bangunannya belum memadai.
Dia mencontohkan jika dahulu bangunannya menggunakan bronjong kemudian pasangan batu. Dengan struktur seperti itu, jika ada arus yang deras pasti akan terkikis.
Aliran airnya terkadang yang sampai ke bawah dinding talud sehingga menyebabkan longsor dindingnya.
"Sekarang kami menggunakan struktur beton bertulang sehingga lebih kuat dibanding pasangan batu kali jika dulu kan teknologinya seperti itu," tutur Kurniadi. Pembangunan yang dilakukan juga termasuk penguatan terhadap struktur yang lama.
Selama musim kemarau 2023 banyak membersihkan dan memperbaiki saluran-saluran yang mampat atau rusak.
Pengecekan yang dilakukan terhadap drainase secara berkeliling dengan memonitoringnya setiap harinya. Jumlahnya yang sudah dibersihkan sangat banyak. (rul)