Antisipasi Bencana saat Musim Penghujan, BPBD DIJ Pastikan Personel dalam Kondisi Siap
Winda Atika Ira Puspita• Selasa, 21 November 2023 | 22:12 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ menggelar apel kesiapsiagaan di Lapangan Kenari Selasa (21/11) - Dokumentasi BPBD DIJ
JOGJA - Menghadapi musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ menggelar apel kesiapsiagaan di Lapangan Kenari Selasa (21/11).
Ini dalam rangka untuk mengecek kesiagaan dan kesiapan personel untuk memitigasi bencana hidrometeorologi di DIJ.
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad mengatakan, apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan ini diselenggarakan dengan tujuan mengecek kesiagaan dan kesiapan personel, relawan dan seluruh komponen yang terlibat dalam mitigasi kebencanaan.
"Karena selama sekian bulan kita alami kekeringan maka akan potensi jadi bencana terutama longsor, angin kencang, banjir saat masuk musim penghujan ini," katanya usai apel kesiapsiagaan.
Noviar mengimbau kepada masyarakat utamanya yang tinggal di titik rawan longsor untuk bisa melakukan antisipasi dan koordinasi dengan petugas kebencanaan.
Selain itu warga yang bermukim di seputaran bantaran sungai juga diingatkan untuk waspada dengan peningkatan debit air serta tidak membuang sampah sembarangan karena berpotensi menyebabkan banjir.
Diharapkan masyarakat bisa melakukan persiapan ketika di wilayahnya terjadi bencana, terutama dengan menggunakan segenap komponen masyarakat yang ada di setiap kelurahan.
"Kita sudah ada 332 yang masuk kategori kalurahan tangguh bencana juga ada forum pengurangan risiko bencana. Silahkan jika ada bencana lapor," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIJ Lilik Andi Aryanto mengatakan, berdasar hasil rapat koordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) wilayah Pegunungan Menoreh di Kulon Progo menjadi area paling rawan bencana longsor.
Sebab, terdapat retakan di beberapa titik di wilayah tersebut.
"Dari hasil pemetaan detailnya memang belum diserahkan ke kami cuma pada saat rakor kemarin menyampaikan bahwa ada beberapa potensi retakan di sana," katanya.
Meski begitu, potensi retakan itu sudah dilakukan asesmen yaitu melakukan penutupan pada tanah yang retak dengan tanah di sekitarnya.
Sehingga, dinyatakan aman menghadapi musim penghujan.
"Kemudian kalau di Gunungkidul akhir tahun lalu juga longsor di Semin memang ada beberapa rekahan tapi sudah ditutup info dari sana, mudah-mudahan aman," jelasnya.
Kendati demikian, area yang terdapat rekahan dan retakan tanah itu disebut tidak berada di sekitar pemukiman. Lokasinya berada di lahan kosong yang tak berpenghuni.
"Tidak dekat dengan pemukiman warga, hanya di lahan saja, jumlahnya belum ya, kita hanya dapat info berdasarkan wilayah pertama di Pegunungan Menoreh Kemudian di Gunungkidul. Namun sudah ada upaya dari pemerintah untuk antisipasi," tambahnya. (wia)