Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TNI dan Polri Komitmen Jaga Netralitas, Kapolda DIY Sudah Mendata dan Pantau Ketat Personel yang Keluarganya Terlibat Pemilu

Dwi Agus. • Selasa, 21 November 2023 | 20:34 WIB
KOMITMEN: Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan bersama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zainul Bahar di Kepatihan Jogja Selasa (21/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)
KOMITMEN: Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan bersama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zainul Bahar di Kepatihan Jogja Selasa (21/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Suwondo Nainggolan tegaskan pihaknya berkomitmen menjaga netralitas selama Pemilu 2024.

Namun, dia juga tetap mengawasi dan mewanti-wanti jajarannya. Agar tidak terlibat atau tanpa sadar mengikuti kegiatan kampanye salah satu calon legislatif maupun partai politik.


Suwondo tak menampik kondisi ini bisa terjadi. Terlebih jika ada anggota keluarga dari personel Polri yang terlibat dalam kontestasi Pemilu 2024. Sehingga berpotensi tanpa sadar terlibat dalam kampanye.


“Ada dan kemarin sudah didata, tapi ada, tapi kan datanya mesti fixed caleg DPRD atau apa dari partai mana dan sebagainya kita cek. Ini yang selalu kita ingatkan jangan sampai kelupaan. Kalau netralitas Polri sudah pasti,” tegasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY Selasa (21/11).


Ditanya tentang patroli ke sejumlah posko pemenangan, Suwondo menegaskan bukanlah wujud intervensi. Tindakan tersebut merupakan bagian dari pengamanan Pemilu 2024. Berlangsung di seluruh posko pemenangan, kantor partai politik, serta kantor KPU dan Bawaslu.


Suwondo menuturkan, titik-titik tersebut tergolong rawan. Ini karena adanya kegiatan terkait kampanye maupun Pemilu. Sehingga memerlukan pengawasan ekstra. Tujuannya untuk mengantisipasi munculnya potensi konflik politik.


“Maaf, ya, datangi posko maksudnya apa? Kita juga patroli, lho. Polisi Jogja juga patroli, hho. Kita sampaikan di KPU, patroli semua itu, karena kalau kejadian pasti akan banyak langkah polisi yang dilakukan sebelumnya. Kami preemtif, preventif dan penegakan hukum, dan semuanya itu dilakukan secara adil jujur dan semua itu diberitahukan,” katanya.


Dia lalu mencontohkan sejumlah kejadian saat Pemilu 2019. Kala itu terjadi konflik antar konstituen partai politik. Kehadiran Polisi bertujuan untuk meredam dan menyelesaikan masalah yang muncul. Fungsi patroli sendiri merupakan upaya pencegahan terjadinya konflik.


Jajarannya juga telah berkoordinasi dengan KPU. Kaitannya adalah pengawalan terhadap kegiatan kampanye setiap peserta Pemilu 2024. Suwondo memastikan tak ada tebang pilih dalam melakukan pengamanan oleh kepolisian. 


“Nah, itu kita tawarkan ke seluruh partai melalui KPU, jangan sampai nanti kebetulan massanya tidak banyak dari partai X dia tidak minta pengawalan, partai satu lagi minta pengawalan. Dikiranya berpihakan polisi terhadap partai tertentu, intinya berpikirnya keamanan dari pengaturan penjagaan dan patroli,” ujarnya.

Baca Juga: ASN Dilarang Like Postingan Peserta Pemilu


Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zainul Bahar tegaskan pihaknya juga berkomitmen menjaga netralitas selama Pemilu 2024. Bersama Polda DIY turut mewujudkan Pemilu 2024 yang damai dan nyaman. Turut berperan dalam mengantisipasi munculnya konflik di masyarakat.


“Dari perbantuan TNI ke Polri belum berubah pedomannya itu saja. Kita backup perbantuan, netralitas harga mati,” tegasnya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#netralitas #TNI #Irjen Pol Suwondo Nainggolan #pemilu 2024 #polri