RADAR JOGJA - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Suwondo Nainggolan tegaskan pihaknya tak cawe-cawe atas gagalnya Anies Baswedan hadir sebagai pembicara Studium General di MM FEB.
Pihaknya juga tengah mengklarifikasi pihak UGM Jogjakarta atas kejadian tersebut. Terutama, atas pernyataan bahwa acara akan dibubarkan oleh Polda DIY.
Suwondo memastikan belum ada pemberitahuan sebelumnya atas kegiatan tersebut. Pihaknya baru mengetahui kehadiran Anies Baswedan saat informasi beredar di media sosial.
Ditambah lagi, beredarnya tangkapan layar yang menyebutkan batalnya kehadiran Anies Baswedan atas permintaan Rektor UGM Jogjakarta.
“Monggo tanya rektorat, kita pun nanya, jadi begini. Kegiatan di kampus itu tidak pernah, itu semuanya otoritas kampus. Memberitahu kita juga tidak, tapi kalau nanti misalnya beliau datang kami pasti penjagaan,” tegasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY Selasa (21/11).
Suwondo menegaskan, kehadiran lolisi justru sebagai wujud pengamanan. Terlebih, sosok Anies Baswedan adalah salah satu kontestan Pilpres 2024. Pengamanan pun menjadi protokol wajib yang dilakukan polisi.
Dalam kasus ini, dia memastikan memang tak ada pemberitahuan sebelumnya. Baik oleh pihak penyelenggara acara, kampus maupun Tim Anies Baswedan. Sehingga Suwondo meminta agar tak ada lagi narasi-narasi yang berujung provokasi.
“Dari saya jawab tidak ada (personel yang melarang), kalau misalnya bilang ada saya proses, karena sudah cek tidak ada semaunya. Mereka tahu cerita pak Anies itu dari medsos itu, gitu Pak Anies mau datang,” katanya.
Kehadiran personel polisi saat acara, lanjutnya, guna memastikan kedatangan Anies Baswedan. Faktanya acara di Auditorium MM FEB UGM Jogjakarta tetap berlangsung tanpa kehadiran Anies Baswedan.
Namun, dia menegaskan kehadiran personel polisi tersebut bukanlah bentuk intervensi.
“Artinya sebelum berita yang keluar satu jam setelahnya tidak jadi datang kita cek akhirnya. Makanya kita minta berbicara, rektorat berbicara apa penyebabnya. Supaya berjalan dengan baik semuanya,” ujarnya. (dwi)