Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Barista Penting Mempunyai Sertifikasi, Di Tengah Tumbuhnya Ribuan Industri Coffee Shop di Jogja 

Satria Pradika • Rabu, 15 November 2023 | 15:30 WIB

PROSPEK: Pelatihan dan sertifikasi barista yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka.AGUNG DWI P/RADAR JOGJA
PROSPEK: Pelatihan dan sertifikasi barista yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka.AGUNG DWI P/RADAR JOGJA
 



RADAR JOGJA - Sertifikasi barista dinilai penting di tengah tumbuhnya ribuan industri coffee shop. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia  mengadakan pelatihan dan sertifikasi barista di Hotel Tara, Selasa (14/11).

Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan, permasalah industri kopi adalah terkait penyediaan dan kualitas kopi. Walaupun banyak sekali kopi asli Jogja yang diminati oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara, tetapi masih belum bisa memenuhi target kuantitas maupun kualitasnya. 


Maka dari itu strategi pemerintah bukan menjadikan Jogja sebagai produsen kopi tetapi menjadikan Jogja sebagai coffee hub yang bisa mempertemukan beragam jenis kopi juga para penikmatnya. Menanggapi hal tersebut, sertifikasi keahlian barista menjadi penting, karena prospek ke depan bidang itu sangat potensial." Di Kota Jogja ini terdapat 3.000 lebih coffee shop", jelasnya.

Pemkot Jogja memberikan program sertifikasi barista secara gratis. Semua biaya peserta selama berlangsungnya pelatihan ditanggung oleh pemerintah. "Sertifikasi tersebut penting, karena orang yang berkompeten dibuktikan dengan sertifikatnya", tambahnya.

Singgih menilai kopi bukan hanya sekadar minuman belaka. Kopi telah menjadi lifestyle. Yang tadinya tidak suka ngopi, sekarang banyak yang mainya ke coffee shop. “Ini menjadi potensi besar bagi dunia industri pariwisata", tuturnya.


Pemkot juga melakukan monitoring dan evaluasi. Sebagian peserta yang ikut pelatihan tersebut sudah mendapat pekerjaan atau sudah membuka usaha sendiri. "Rata-rata peserta sudah bekerja, mereka ikut pelatihan untuk mendapatkan sertifikat keahlian", jelasnya. 

PLH Dinas Pariwisata Kota Jogja Muhammad Zandaru Budi menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi digelar selama empat hari. Materi pelatihan di antaranya teori dan praktik serta uji kompetensi. Jaminan kualitas terhadap kompetensi barista ini telah sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. “Sehingga kredibilitas profesional barista bisa semakin kuat", terangnya.(cr5/din) 

Editor : Satria Pradika
#LSP #Pemkot Jogja #barista #Singgih Raharjo