Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kelola Sampah Lebih 60 Ton, Kerja Sama Pemkot Jogja dan Swasta Mulai Februari 2024

Khairul Ma'arif • Jumat, 3 November 2023 | 12:48 WIB
SETUJU: Penandatanganan MOU oleh Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo dan Dirut PT Biru Sistem Perkasa Cendra Perkasa terkait penanganan sampah, Selasa (17/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
SETUJU: Penandatanganan MOU oleh Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo dan Dirut PT Biru Sistem Perkasa Cendra Perkasa terkait penanganan sampah, Selasa (17/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)

JOGJA - Pemerintah Kota Jogja akan melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jogjatama Vishesha ditunjuk menjadi kepanjangan tangan Pemkot Jogja.
 
Adapun pihak swastanya ialah PT Biru Sistem Perkasa. Rencananya, sistem kerja samanya dengan business to business (B to B). 

Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengaku, belum mendapat informasi yang lebih detail perihal itu. Hal detail nantinya masuk dalam perjanjian kerja sama.
 
Baca Juga: Pemkot Gandeng Swasta untuk Bakar Sampah, Hanya Menyisakan Abu Kurang dari Tiga Persen
 
Namun, pola kerja sama masih terus dikaji agar ketemu ramuan yang tepatnya. "Kalau kita bicara B to B untuk jumlah sampah yang harus dikelola lebih dari 60 ton, perlu pembahasan lebih lanjut. Apalagi, TPST3R Nitikan dan Karangmiri terjadi revitalisasi cukup signifikan," ucapnya, Kamis (2/11).

Tetapi, dia menegaskan, progres kesepakatan dengan Biru Sistem Perkasa sudah ada. Nantinya, jika terealisasi perusahaan itu akan menangani sampah 60 ton per hari.
 
Progresnya sekarang mulai penjajakan kerja sama atau penyiapan kerja sama antara BUMD Jogjatama dengan PT Biru yang sudah sangat intens sekali untuk melakukan B to B.
 
Baca Juga: Pakai Ekskavator untuk Keruk 200 Ton Sampah
 
"Kemudian PT Biru akan melakukan persiapan lahan dan lainnya. Diperkirakan nanti di bulan Februari (2024) sudah operasi untuk menerima 60 ton per hari," uncapnya.

Selain itu, Pemkot Jogja sedang melakukan pengadaan untuk peralatan-peralatan yang nanti akan ditambahkan di TPST3R Nitikan dan Karangmiri. Peralatan sekarang dalam proses karena masuk dalam anggaran perubahan.

Singgih mengungkapkan, sejumlah alat diadakan seperti conveyor hybrid mesin cacah, dan mesin mengolah sampah plastik menjadi beberapa produk.
 
"Jadi, peningkatannya nanti kalau sekarang existing itu 10 ton di TPST3R Nitikan nanti jadi 30 ton dengan penambahan peralatan-peralatan," ungkapnya.
 
Baca Juga: Sampah Berserakan di Sungai Code Munculkan Bau Menyengat, DLH Kota Jogja Gencarkan Edukasi
 
Sedangkan di TPST3R Karangmiri akan meningkat menjadi lima ton. Menurutnya, pengembangan pengolahan sampah Kota Jogja akan dilakukan lebih besar lagi pada 2024.

Selain itu, Singgih menuturkan, di hulu juga terus dilakukan edukasi terhadap masyarakat perihal pilah dan olah sampah dari sumbernya. Tentunya, langkah itu bertujuan untuk betul-betul bisa mengurangi volume sampah yang dikirim ke depo-depo.
 
Baca Juga: Bantu Pengolahan Sampah di Pondok Pesantren
 
Menurutnya, kegiatan itu merupakan strata paling tinggi dalam pengolahan sampah. Dengan begitu, sampah yang dikirim ke depo adalah sampah residu yang sudah tidak bisa diolah di sumbernya.
 
"Itu baru dikirim ke depo yang kemudian kami kelola melalui beberapa skema," jelasnya. (rul)
 
Editor : Amin Surachmad
#pengelolaan sampah #BUMD #Singgih Raharjo