Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekber Pengelolan Sumbu Filosofi Segera Terbentuk, Disbud DIY : SK Sudah di Meja Gubernur HB X

Guntur Aga Tirtana • Kamis, 2 November 2023 | 19:12 WIB
LANDMARK: Tugu Pal Putih Jogja merupakan bagian Sumbu Filosofi Jogja. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
LANDMARK: Tugu Pal Putih Jogja merupakan bagian Sumbu Filosofi Jogja. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA -  Penetapan sumbu filosofi sebagai warisan dunia segera ditindaklanjuti dengan pembentukan sekretariat bersama (Sekber) untuk pengelolaan kawasan warisan dunia tersebut.

Progress ini tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X, dimana Surat Keputusan (SK) tinggal menunggu tanda tangan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakhsmi Pratiwi mengatakan, secara formal SK sudah diserahkan kepada HB X. Dan saat ini masih menunggu persetujuannya.

"Secara formal SK nya baru di meja pak gubernur sudah siap semua tinggal ditanda tangani," katanya kepada Radar Jogja di Kompleks Kepatihan Rabu (1/11).

Dian menjelaskan, namun sebelum itu tindak lanjut secara informasi sudah maraton dilakukan oleh jajaran di 3 pemerintahan yaitu Pemprov DIY, pemerintah Kota Jogja, pemerintah Kabupaten Bantul dan Keraton Jogja.

"Kita sudah bertemu dengan seluruh Kepala OPD di 3 pemerintahan sejak awal Oktober dengan penerintah kota. Lalu besok dengan pemerintahan Kabupaten Bantul, jadi yang handel nanti di sekber itu sudah bertemu," ujarnya.

Menurutnya, dalam pengelolaan sumbu filosofi ke depan dengan sistem satu sekretariat bersama yang diampu oleh 4 unsur dan pengarahan langsung dari HB X.

Setiap beberapa progres yang sudah dilakukan di kawasan tersebut juga harus dilaporkan ke Kemendikbud-Ristek.

"Detailnya ada di perjanjian kerjasama cukup banyak, karena ada 5 sektor," jelasnya.

Adapun 5 sektor yang perlu digarap meliputi sektor infrastruktur, sektor kebudayaan pariwisata, ekonomi perdagangan, sektor perencanaan serta ketenteraman dan ketertiban umum.

Disetiap sektor tersebut sudah ada pengampu dari OPD masing-masing yang ada di 3 pemerintahan tersebut.

"Mereka mau ngapain dasarnya adalah manajemen plan disitu sudah ada. Kita sudah sering bertemu maraton untuk bagi-bagi tugas dan kewenangan," terangnya.

Pun SK yang akan ditandatangani nanti sebagai dasar hukum untuk memulai program dan kewenangan yang sudah disusunnya tersebut.

Sebab, pemikiran-pemikiran bersama sudah berjalan sebelumnya untuk melakukan program di sumbu filosofi paska ditetapkan sebagai warisan dunia.

SK tersebut juga untuk penegasan penyesuaian kembali dengan ketugasan-ketugasan yang sudah jadi pada janji di manajemen plan.

"Sebenarnya sudah berjalan hanya ini resmi keluar untuk de jure-nya aja ya. Kita sudah punya forum, bertahap rapat per sektor, kemudian kita mencocokkan beberapa program dan kegiatan, 2024 kan dais sudah fix," tambahnya.

Dian menyebut, Sekber sebagai pengarah kebijakan atau kebijakan induknya yang nantinya juga ada badan pengelola untuk teknis di bawahnya.

Badan pengelola ini juga sedang disiapkan.

"Apa yang harus kita lakukan ini sedang kami siapkan pergubnya sekarang sudah di biro hukum. Nah yang jadi dasar untuk kita bekerja sekarang ini MoU sama PKS," tambahnya.

Sebelumnya Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, sistem pengelolaan dan koordinasi untuk sumbu filosofi terdiri dari perpaduan sistem tradisional Keraton Jogjakarta dan pemerintahan terkini.

Tujuannya adalah mewujudkan kelestarian nilai-nilai keistimewaan dan kesejahteraan masyarakat.

"Nah bentuknya berupa pengelolaan kawasan terpadu berbasis pemberdayaan budaya dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Beny menjelaskan ada 4 struktur pengelolaan dalam management plan, yaitu sekretariat bersama untuk level keputusan dan kebijakan, pengelola situs kawasan sumbu filosofi untuk level operasional, kelompok kerja teknis sumbu filosofi  level masyarakat, dan sistem tradisional yaitu tata rakiting paprentahan dan tata rakiting wewangunan oleh Keraton.

Sekretariat ini bertugas untuk mengkomunikasikan Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi kepada UNESCO melalui Perwakilan Indonesia untuk UNESCO.

Selain itu, bertugas menyusun arah kebijakan dan strategi (tahapan, pendanaan) Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi.

Pun melaksanakan koordinasi dan integrasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program/kegiatan, pengganggaran Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi sesuai dokumen rencana pengelolaan/Management plan oleh semua pihak.

"Juga melaksanakan evaluasi dan perubahan dokumen rencana pengelolaan /management plan dan juga melaporkan pelaksanaan pengelolaan warisan dunia sumbu filosofi kepada Gubernur sekurang-kurangnya satu bulan sekali," imbuhnya. (wia)

Editor : Bahana.
#HB X #Sumbu Filosofi Jogja #Gubernur DIY Hamengku Buwono