JOGJA - Angkutan massal Trans Jogja mulai melakukan uji coba contra flow di Jalan Pasar Kembang (Sarkem), Kota Jogja.
Persiapan untuk melakukan itu sudah dilakukan jauh sebelumnya dan disosialisasikan. Penerapan dilakukan demi memberikan pelayana publik untuk transportasi online.
Pejabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo berharap, masyarakat bisa mulai untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Dengan begitu, dapat mengurangi kemacetan. Proses tahapan yang sekarang masih uji coba akan dievaluasi terus harian atau mingguan.
"Rencananya akan berlangsung tiga bulan," katanya, Kamis (2/11).
Masukan dari masyarakat akan dicatat dan dianalisis untuk dipertimbangkan bisa dilanjutkan atau tidak, tergantung dari evaluasi yang dilakukan.
Singgih mengaku, aturan baru ini adalah kerja sama antara Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ dengan Dishub Kota Jogja serta Polresta Jogja.
Diharapkan, dapat memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengakses sumbu filosofis.
"Karena salah satu konsekuensi dari sumbu filosofi itu adalah meningkatkan pelayanan publik khususnya untuk transportasi publik itu sendiri," ucapnya.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho menambahkan, uji coba ini untuk identifikasi secara teknis manajemen lalu lintasnya.
Diukur juga dampak dan langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan. Hal itu karena volume lalu lintas di Jalan Sarkem sangat tinggi.
"Jika nanti pada saatnya seandainya ada kendaraan yang melanggar langsung diderek saja," tegasnya.
Agus mengatakan, semangatnya untuk uji coba ini agar mendorong masyarakat migrasi dari privat vehicle ke transportasi publik. (rul)
Editor : Bahana.