Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Banjarsari BisaEkspor Ubi Kayu Ke Korea dan Malaysia, Prospek Sangat Bagus, Kapasitas 2-3 Ton Per Hari

Hendri Utomo. • Kamis, 2 November 2023 | 04:31 WIB

 

 

 

 

 

 

POTENSI: Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti hadir dalam wiwitan panen raya ubi kayu di lahan Klomtan Sumber Rejeki  Kaliwunglon, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo, Rabu (1/11).
POTENSI: Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti hadir dalam wiwitan panen raya ubi kayu di lahan Klomtan Sumber Rejeki Kaliwunglon, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo, Rabu (1/11).

Pemkab Kulon Progo terus mendorong pengembangan komoditas pangan lokal non beras. Hal ini selaras dengan program kemandirian dan kedaulatan pangan dengan budidaya pangan lokal merupakan wujud diversifikasi pangan. Kulon Progo memiliki berbagai jenis komoditas pangan lokal potensial dikembangkan, di antaranya ubi kayu, ubi jalar, talas, ganyong, porang, sagu, dan komoditas lainnya.

"Ubi kayu memiliki prospek bagus, gampang ditanam dan dibudidayakan, tanpa perlu lahan spesifik, bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah. Perawatannya tentu juga lebih mudah," ucap Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti saat menghadiri  Wiwitan Panen Ubi Kayu  Kelompok Tani Sumber Rejeki, di Kaliwunglon, Banjarsari, Samigaluh, kemarin (1/11).

 

Kendati demikian, setiap usaha, termasuk pengembangan ubi kayu tetap saja ada tantangan dan kendala. Misalnya penyediaan bibit unggul bersertifikat, fluktuasi harga, percepatan umur panen, peningkatan provitas dan hilirisasi produk pasca panen. "Kendati demikian harus optimistis, ubi kayu akan menjadi komoditas primadona jika dikelola dengan baik. Pengelolaan yang baik bisa dimulai dari penyediaan lahan yang bagus, pemilihan bibit yang baik hingga penanganan pasca panen," imbuhnya.

Menurutnya, pemilihan varietas ubi kayu yang unggul dan pemupukan tanaman yang tepat, akan mempengaruhi produktivitas panen. Sementara industri pengolahan ubi kayu (singkong) sebetulnya sudah banyak, dan itu bisa menjadi segmen pasar. Berbagai varian olahan ubi kayu juga cukup beragam. mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern berbahan dasar singkong juga sudah banyak. "Mari fokus memproduksi ubi kayu ini yang banyak dicari sebagai bahan baku berbagai macam produk makanan, tentunya harus membuat produk berkualitas," ujarnya.

Dijelaskan, sektor pertanian harus melakukan kegiatan extraordinary, terukur dan nyata untuk peningkatan produksi substitusi impor dan peningkatan ekspor. Semua itu adalah langkah menjaga kedaulatan  dan kemandirian pangan. Harus memunculkan inovasi-inovasi di bidang pertanian, sehingga dapat mencapai produksi tinggi, biaya murah, dan muaranya yakni kesejahteraan petani dan lingkungan lestari.

"Ubi kayu adalah pangan alternatif yang mulai mendapat perhatian khusus, mari manfaatkan lahan yang ada, bangun potensi pangan lokal mulai dari skala rumah tangga, supaya ketahanan pangan bisa terjaga. Mulailah dengan gerakkan diversifikasi konsumsi pangan lokal dengan mengkonsumsi olahan ubi kayu ini. Kita cintai produksi petani sendiri, majukan petani lokal," jelasnya.

 

Lurah Banjarsari Muhyadi mengungkapkan, budidaya ubi kayu di daerahnya merupakan salah satu pilihan dalam peningkatan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa setempat. Ubi kayu ditanam di lahan PT Madukismo yang sudah tidak digunakan. Total luas luasan sekitar 16 hektare. Pihaknya fokus untuk berkembang maju. Untuk mencaai itu memang butuh kerja keras dan berjibaku untuk mandiri, pandai mengintegrasi dengan urusan niaga. “Produknya bisa diekspor, daunnya bisa untuk ternak," ungkapnya.

Ditambahkan, setelah dilakukan estimasi secara cermat, untuk lahan satu hektare bisa menghasilkan 50-60 ton per tahun. Adapun pangsa pasar sudah menjalin kerjasama dengan pabrik pengolahan keripik singkong di Magelang dengan kuota 4-4 ton hingga 5 ton per hari. "Kuota ekspor kami 2-3 ton ke pasar Korea dan Malaysia, sisanya pangsa pasar lokal Jawa," ucapnya. (tom/din)

Editor : Din Miftahudin
#ubi #pangan