RADAR JOGJA - Gunung Sewu UNESCO Global Geopark (GSUGG) Indonesia dan Langkawi UNESCO Global Geopark (LUGG) Malaysia resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU/nota kesepahaman) kerja sama difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri sebagai bagian dari program Sespartu Connect.
Upaya ini dalam rangka memperkuat kerjasama juga meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Diharapkan akan memperkuat hubungan antara kedua daerah dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan serta praktik terbaik dalam pengelolaan dan promosi geopark.
Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, dalam dunia yang semakin kompleks seperti sekarang ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa untuk mempercepat pembangunan harus mengembangkan kerja sama dengan pihak-pihak baik di dalam maupun luar negeri.
"Dengan kerja sama, kita bisa saling belajar dan bertukar informasi mengenai best practices cara-cara mencapai kemajuan," katanya disela menghadiri penandatangan MoU di Grahatama Pustaka Yogyakarta.
Beny menjelaskan terkait kerja sama luar negeri, Pemda DIY memberikan prioritas yang tinggi kepada kemajuan kerjasama luar negeri baik melalui mekanisme kerja sama sister province maupun kerjasama teknik.
Pada saat ini tercatat 6 sister province DIY yang aktif yaitu Kyoto, Shanghai, Gyeongsangbuk-Do, Victoria dar Yamanashi dan Gangwon-do.
"Bahkan kerja sama sister province DIY-Kyoto yang terbentuk pada 16 Juli 1985 merupakan titik awal terbentuknya Kerja sama sister province di Indonesia," ujarnya.
Di samping melalui kedua mekanisme tersebut, kerjasama luar negeri di DIY juga berkembang karena intensitas yang tinggi dari para pejabat tertinggi, pejabat tinggi ataupun para dubes asing yang melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Gubernur DIY.
"Saya yakin upaya pembangunan yang terus menerus diupayakan akan membawa dampak yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, utamanya di DIY," jelasnya.
Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Arief Hidayat menggarisbawahi bahwa kerjasama antara GSUGG dan LUGG diharapkan membawa manfaat positif bagi kedua geopark.
Selain itu, mendorong praktik pengelolaan yang lebih baik untuk melindungi dan menjanjikan kekayaan alam, budaya, dan warisan geologi yang ada.
Program Sespartu Connect merupakan program unggulan dari Sekolah Staf dan Pimpinan Luar Negeri (Sesparlu) Kementerian Luar Negeri yang bertujuan untuk memfasilitasi hubungan kerjasama antara daerah di Indonesia dengan mitranya di luar negeri.
"Dalam hal ini, program ini menekankan pada pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan promosi destinasi wisata geopark," terangnya.
Bersamaan dengan penandatanganan MoU, juga diselenggarakan seminar dengan tema Pemanfaatan Geodiversity untuk Geotouris.
Seminar ini menjadi ajang diskusi mengenai potensi dan strategi pengembangan Geotourism, yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Geodiversitas Internasional yang jatuh pada 7 November.
General Manager GSUGG Budi Martono mengatakan, MoU kerja sama itu merupakan momentum yang bersejarah dalam pengembangan Geopark kedua negara untuk menjadi geopark yang berkualitas.
"Di sisi lain ada proses pembelajaran bagi kami dalam hal perencanaan, implementasi, dan rencana aksi penyelenggaraannya. Kami sebagai penerima manfaat sangat mengapresiasi kerja keras dan kerja cerdas dari Sesparlu 73 ini,” ucapnya.
Sementara, Pengurus Sekyen Geopark dan Kelestarian, Bahagian Pelancongan, dari Langkawi Development Authority Nordiana Nordin Timbalan menyatakan, penandatanganan MoU ini untuk menetapkan dasar bagi kerjasama antara Langkawi dan Gunung Sewu dalam meningkatkan pengelolaan geopark.
Dengan melalui pertukaran ide dan praktik terbaik dari kedua geopark di bidang-bidang seperti pariwisata berkelanjutan, keragaman budaya, pendidikan bagi masyarakat, dan penelitian tentang upaya konservasi.
Langkawi UNESCO Global Geopark berharap dari MoU ini bahwa komunitas dari kedua geopark akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan pemahaman satu sama lain lain dan tentu saja membangun hubungan yang erat di bawah semangat geowisata.
"Penandatanganan MoU ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat kerja sama antara Gunung Sewu dan Langkawi. Tetapi, juga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad