JOGJA - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY menggelar ajang Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) I DIY pada Sabtu dan Minggu (28-29/10) di Gedung Olahraga (GOR) Amongrogo Jogjakarta.
Acara Forda I DIY ini akan terselenggara di beberapa titik. Seperti di GOR Amongrogo, Graha Wana Bhakti Yasa, seputaran Stadion Mandala Krida, Lapangan Kenari, Auditoriun Disdikpora DIY, Pendopo BPO DIY, Halaman Dinkes DIY, Balai Kota Jogja, dan SMK 6 Jogja.
Peserta yang mengikuti Forda DIY I ini adalah para masyarakat DIY yang tergabung dalam KORMI Kabupaten dan Kota. Dan acara Forda I DIY ini diikuti oleh sebanyak 894 pegiat KORMI.
"Semoga Forda yang pertama ini bisa berlanjut pada Forda yang kedua dan dapat memicu masyarakat DIY untuk gemar berolahraga untuk menuju sehat, bugar, dan gembira sepanjang masa," ujar Ketua Panitia Dapan dalam laporannya (28/10) di GOR Amongrogo.
Ketua Umum KORIM DIY Arif Noor Hartanto juga mengatakan pada tahun 2025 mendatang. KORMI juga akan mengadakan Forda yang kedua.
"Acara ini digelar dua tahunan. Dan acara ini sekaligus untuk pengiriman kontingen ke Festival Olahraga Masyarakat Nasioal (Fornas) yang ke VIII di Lombok mendatang," ungkapnya.
Arif mengaku KORMI sendiri mempunyai prinsip bahwa seluruh pegiat-pegiat induk olahraga (inorga) dan KORMI DIJ ini dengan kemandirian mereka.
Sebetulnya terus bergerak untuk mengajak masyarakat gemar berolahraga, masyarakat memiliki hidup sehat, dan masyarakat meningkat kebugarannya.
"Forda ini diadakan sebagai ajang evaluasi untuk pembinaan dari induk-induk olahraga. Oleh karena itu Forda yang kedua nanti akan kami selenggarakan lebih meriah lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya juga menyebut Forda I DIY ini adalah agenda baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Kegiatan tersebut juga termasuk agenda yang diselenggarakan oleh KORMI DIY. Sekaligus acara ini sebagai indikator tolak ukur keberhasilan dalam mamasyarakatkan olahraga di DIY.
"Perlu kita ketahui. Beberapa tahun terakhir ini kita harus merangkak betul terkait dengan permasalahan tingkat kebugaran," ujarnya.
Posisi DIY sendiri untuk tingkat kebugaran masyarakat yang dikeluarkan oleh Kementrian olahraga berada diurutan 32 dari 34 provinsi. Yang mana di situ berarti DIY sendiri mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) untuk menjadikan olahraga itu sebagai gaya hidup.
"Sehingga dengan kegiatan-kegiatan festival seperti ini bisa mendorong masyarakat untuk selalu meningkatkan kebugaran dan berolahraga. Jika hal tersebut dilakukan maka akan bisa meningkatkan indeks kebugaran masyarakat," ungkap Didik
Didik juga berharap dengan adanya kegiatan Forda ini nanti bisa membangun kesadaran bersama betapa pentingnya olahraga dan betapa pentingnya meningkatkan kebugaran.
"Tidak hanya olahraga prestasi. Namun juga olahraga yang sifatnya menyenangkan dan menggebirakan. Seperti olahraga rekreasi masyarakat," harapnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad